Dinilai Arogan, DPRD Banyumas Minta Dirut BIJ Dicopot

  • Whatsapp
Ilustrasi Logo Pemkab Banyumas
Ilustrasi Logo Pemkab Banyumas

Kabupaten_Banyumas

Purwokerto, Jowonews.com – DPRD Kabupaten Banyumas meminta Direktur Utama PT BIJ Slamet Sudiro dicopot dari jabatannya. ini kelanjutan atas konflik antara DPRD Kabupaten Banyumas dengan PT Banyumas Investama Jaya (BIJ).
Anggota dewan menilai, kinerja BIJ selama enam tahun terakhir tidak memberikan dampak yang signifikan bahkan melenceng dari rencana awal. Selain itu, Dirut BIJ dinilai arogan karena tidak bersedia melaporkan kinerja meskipun sudah diundang.
Wakil Ketua Komisi C Syamsudin mengatakan, jika dilihat dari sejarah, pembentukan PT BIJ merupakan proyek mercusuar saat Kabupaten Banyumas dipimpin Mardjoko. Saat itu, BIJ dinilai memiliki prospek baik karena akan terlibat dalam pengembangan pabrik bioetanol. Ternyata sampai enam tahun berjalan, tidak seperti yang diharapkan.
“BIJ malah mau beternak 40 ekor sapi. Itu kan hal yang biasa saja. Itu sudah melenceng dari rencana awal,” jelasnya.
Lebih lanjut Syamsudin mengatakan, sesuai peraturan, untuk pengangkatan Direksi BUMD harus mendapatkan persetujuan dewan yakni Komisi C yang merupakan mitra. Dia mencontohkan kasus di Kabupaten Purbalingga. Pengangkatan Direktur PDAM Purbalingga batal karena belum ada persetujuan dari dewan.
“Karena pengangkatan harus mendapatkan persetujuan dari DPRD. Berarti, BUMD mempunyai kewajiban untuk melaporkan kinerja ke dewan,” katanya.
Terpisah, Bupati Banyumas Ir Achmad Husein mengatakan kinerja yang dilakukan Dirut BIJ baik. Merujuk dari laporan keuangan, dari modal Rp 2 miliar berkembang menjadi Rp 4 miliar.
Selanjutnya Husein akan meminta pihak BIJ untuk berkomunikasi lebih baik lagi. Mengenai permintaan pencopotan, dia mengatakan agar tidak terlalu cepat mengambil kesimpulan sebelum melakukan telaah dalam dan benar.(JN02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *