Istri Tentara Harus Jaga Harmonisasi Keluarga

  • Whatsapp

LOGO PERSIT LEngkapSemarang, Jowonews.com – Para istri TNI di Jawa Tengah  yang tergabung dalam Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana harus dapat terus membangun kebersamaan yang terjalin agar tetap harmonis  baik dalam lingkup keluarga maupun organisasi. Peran  ganda peran ibu-ibu yang melekat baik sebagai ibu rumah tangga maupun dalam organisasi sebaiknya dilakukan secara seimbang.

Harapan tersebut disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Bayu Purwiyono selaku Pembina Persit Kartika PD IV/Diponegoro pada acara HUT ke 69 Persit Kartika Chandra Kirana yang diselenggarakan di Balai Diponegoro, Kompleks Makodam IV/Diponegoro, (16/4).

Bacaan Lainnya

“Ibu memiliki peran sentral dalam kehidupan rumah tangga yang sifatnya sabar, lemah lembut, tekun, ulet dan tabah,sehingga dapat membantu tugas-tugas suami dalam mempersiapkan putra putrinya  menjadi manusia yang dapat dibanggakan” kata Mayjen Bayu dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Mayjen Bayu berpesan agar pengorbanan ibu ibu baik di keluarga ataupun organisasi dapat mengikuti perkembangan masyarakat. Sehingga berdampak kepada majunya organisasi Persit Chandra Kirana. Pada kesempatan ini, Pangdam IV/Diponegoro juga mengajak kepada seluruh anggota Persit Kartika Chandra Kirana untuk menyiapkan masa depan putra putrinya melalui pendidikan yang benar. Selain itu, ia pun berpesan untuk meletakkan landasan keagamaan dalam pendidikan.

“pegangan yang paling berharga bagi putra putri kita bukanlah harta, tetapi pendidikan yang paling utama dan keagamaan. Menyiapkan masa depan putra putri kita menjadi manusia yang berkualitas menjadi tugas dan tanggung jawab orang tua. Selain juga amanah dari Tuhan Yang Maha Esa, yang harus dijalankan dengan penuh kasih sayang dan keikhlasan”, ungkap Mayjen TNI Bayu Purwiyono.

Sementara itu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD IV/Diponegoro Ny. Alwina Bayu Purwiyono menyampaikan harapannya, agar Persit Kartika Chandra Kirana dapat lebih meningkatkan pengabdian dan kinerjanya guna menghadapi tantangan organisasi. Alwina melanjutkan, prestasi yang diperoleh tidak terlepas dari  perjuangan tanpa pamrih dari para pendahulu yang merupakan pondasi yang kuat dari pembinaan organisasi yang diorientasikan pada dinamika perkembangan jaman. (JN13)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *