Bupati Pati Ingatkan Tunjangan Sertifikasi Jangan Untuk Konsumtif

  • Whatsapp
Bupati Pati, HaryantoPati, Jowonews.com – Bupati Pati, Haryanto kembali menekankan agar sertifikasi guru jangan hanya dihabiskan untuk keperluan konsumtif, namun masing-masing penerimanya harus mampu mengoptimalkannya untuk  peningkatan kapasitas, kualitas dan kompetensi masing-masing.
Hal itu dikemukakan Bupati Pati Haryanto saat membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi Bagi Guru Bahasa Indonesia SMP dan SMA/SMK Kabupaten Pati di Aula SMPN 8 Pati, Senin (20/4).
“Tujuan pemerintah pusat sebenarnya baik agar para pendidik ini jadi makin berkualitas sehingga menghasilkan anak didik yang juga berkualitas. Jadi pelatihan penulisan karya ilmiah untuk peningkatan kompetensi ini harus kita respon dengan baik”, imbuhnya di hadapan 120 guru peserta pelatihan.
Menyikapi adanya kekhawatiran bahwa kesibukan menyusun karya ilmiah akan membuat kegiatan mengajar terganggu, Haryanto mengatakan bahwa itu harus disiasati. “Memang benar, jam mengajar para penerima sertifikasi sudah amat padat, tapi justru di pelatihan inilah mereka akan mendapatkan strategi manajemen waktu yang baik”, imbuh Haryanto.
Pelatihan yang digelar atas kerjasama Dinas Pendidikan dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah ini sebenarnya dilatarbelakangi oleh terbitnya Permen PAN RB Nomor 16 tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya, dimana di dalamnya telah diatur bahwa seorang guru untuk naik pangkat wajib membuat karya tulis ilmiah.
“Sebelum adanya Permen itu, kewajiban menulis publikasi ilmiah dimulai bagi guru yang hendak naik dari golongan IVA ke IVB. Aturan ini selama ini menyebabkan guru pegawai negeri sipil bertumpuk di golongan IVA akibat tidak memenuhi kewajiban membuat karya ilmiah”, ujar Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Drs. Pardi Suratno, M.Hum, sebagai pihak yang diajak kerjasama dalam penyelenggaraan pelatihan ini.
Aturan baru yang diberlakukan pemerintah bahwa guru harus membuat publikasi ilmiah atau karya inovatif jika hendak naik dari golongan IIIB ke IIIC, diakui Pardi membuat guru kelimpungan. “Semakin tinggi golongan, kewajiban membuat publikasi ilmiah bertambah. Bahkan muncul kecenderungan pada minta pensiun dini”, imbuh Pardi.
Ketentuan publikasi ilmiah sebagai bagian dari pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) yang sulit ini juga sangat berpotensi memicu munculnya jasa pembuatan karya ilmiah untuk guru.
“Di kabupaten lain ada juga guru yang tergoda untuk membeli karya tulis karena ada uang dari tunjangan profesi guru. Itu karena tidak adanya pelatihan menulis publikasi ilmiah yang berkesinambungan bagi guru”, terang Pardi.
Menanggapi hal itu, Bupati Pati berpesan agar para guru di Pati tidak sepeneuhnya menggantungkan diri pada jasa pihak ketiga. “Mudah-mudahan lewat pelatihan seperti ini ditambah dengan rajin latihan menulis, serta manajemen waktu yang baik semua akan teratasi,”  pungkas Haryanto. (JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *