Pemprov Bersaing Dengan Swasta: Rencana Pembangunan Rest Area di Tol SS

  • Whatsapp
jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com
jalan tol semarang solo, foto: www.solopos.com

SEMARANG, Jowonews.com – Rencana besar pembangunan Jateng Park di Wana Wisata Penggaron harus didahului pembangunan akses Jalan Tol Semarang-Solo (SS), yang diintegrasikan dengan rest area di kilo meter (km) 20. Di dalam rest area tersebut juga harus ada SPBU. Sehingga akan mampu menarik minat pengunjung.

Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menjadi konsultan pembangunan Jateng Park, Budi Faisal, di Semarang. “Yang pertama harus dibangun adalah akses jalan tol yang terintegrasi dengan rest area. Ini untuk menarik minat para pengunjung supaya mau mengunjungi Jateng Park,”ungkapnya, Ahad kemarin.

Bacaan Lainnya

Rest area yang dibangun di km 20 harus besar. Paling tidak harus ada 20 hektar. Sehingga fasilitas yang dibangun juga lengkap, tidak hanya SPBU saja.

Hanya saja, terkait dengan gagasan pembangunan rest area di km 20 itu, akan ada sedikit kendala. Sebab, pada km 22 sudah ada investor yang sudah akan membangun rest area. Padahal, dalam aturan. Rest area satu dengan yang lain tidak boleh berjarak 2 km. “Ini harus segera dikomunikasikan dan harus ada yang mau mengalah,”katanya.

Dalam kesempatan itu Budi Faisal juga menyampaikan bahwa pembangunan Jateng Park setidaknya membutuhkan dana Rp 2 trilun. “Kalau kita memanfaatkan budaya lokal, anggarannya sekitar Rp 2 triliun. Tapi kalau pembuatan wahana permainan semua dari luar, ya lebih dari 2 triliun. Untuk pastinya kita tunggu bisnis plan,”bebernya.

Dana sebesar itu antaralain untuk membangun dan menata area wisata yang terbagi tujuh bagian dengan luas total 500 hektare. Masing-masing Theme Park 40 hektare, Water Park 39 hektare, Eco Safari 77 hektare, Eco Lodge 29 hektare, rest area 20 hektare dan sisanya adalah tempat penampungan air dan konservasi hutan.

Sementara itu Wagub Jateng Heru Sudjatmoko menyampaikan rencana pembangunan Jateng Park sekarang ini masih menghadapi kendala. Pasalnya, sampai sekarang ternyata belum ada investor yang serius mengerjakan Jateng Park. “Masih ada kendala yang perlu disempurnakan. Sekarang belum ada investrot yg sungguh-sungguh dan belum ada skema yang jelas,”akunya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *