Juni, Pembangunan Viaduk Gilingan Solo Direalisasikan

  • Whatsapp

viadukSurakarta, Jowonews.com – Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, bertekad segera membangun viaduk di kawasan Gilingan, Banjarsari.  Rancang bangun pelebaran viaduk biar tak mengganggu pemukiman, berubah dari perencanaan. Semula, lebar jalan dibawah lintasan KA selebar 32 meter. Namun, menurut Rudy, panggilan akrab wali kota, lebar jalan cukup 12 meter saja.

Sementara, Pemerintah Pusat mengucurkan dana sebesar Rp26 miliar untuk pembangunan kembali Viaduk (jalan terowongan) Gilingan. Rencananya,  Pembangunan Viaduk akan dimulai pada bulan Juni 2015 dimana semua lalu lintas yang melewati jalur itu akan dialihkan selama pembangunan berlangsung, kata FX Hadi Rudyatmo di Solo, Selasa (21/4/2015).

Bacaan Lainnya

“Renovasi viaduk ini sesuai rencana mulai dikerjakan pada Juni mendatang. Selama pekerjaan arus lalu lintas akan dialihkan. Dishubkominfo (Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika) sudah melakukan menyiapkan rekayasa lalu lintas,” katanya.

Pembangunan jembatan viaduk Gilingan, mendapat prioritas. Ini karena kemacetan lalu-lintas semakin menjadi masalah. Selama ini, karena sempit dan rendahnya terowongan, kendaraan besar, seperti truk dan bus ber-AC yang melintas di Jalan Ahmad Yani ke arah Surabaya, harus memutar melalui Jalan Monginsidi atau Joglo.

Rekayasa lalu lintas yang disiapkan di antaranya menutup akses jalan masuk menuju viaduk. Sedangkan jalan mulai perempatan Ngemplak menuju viaduk  sudah dialihkan. Begitu juga dari arah Terminal menuju viaduk, arus lalu lintas mulai dialihkan tepat di pertigaan Gilingan.

Sementara, kendaraan besar seperti bus akan dialihkan melewati Jl. Mongisidi yang telah mulai dilakukan dari sekarang. Renovasi viaduct juga diperkirakan bisa menggeser wesel (perlintasan bercabang rel kereta api) yang berada di sana.  Hal itu dilakukan agar pelebaran viaduct seimbang bagian kiri dan kanan.

Proyek pelebaran viaduk memang sangat mendesak menyusul terjadinya peningkatan arus lalu-lintas yang terjadi di Solo. Kondisi ini juga diperparah oleh bus-bus yang tidak bisa melewati viaduk, yang akhirnya terpaksa dialihkan ke Jalan Monginsidi. Padahal, di jalur tersebut kondisi jalanan sudah begitu padat.

Saat ini, rencana renovasi viaduct tengah dalam tahap perbaikan detil desain teknik (detail engineering design/DED), karena desain sebelumnya lebar viaduct disesuaikan dengan kondisi jalan 30 meter.

Ia mengatakan saat ini viaduct Gilingan hanya memiliki lebar delapan meter dan ketinggian 3,4 meter.  Kondisi itu mengakibatkan bus AC dan kendaraan angkutan berat tidak bisa melintas.

“Kalau bisa wesel digeser beberapa meter ke selatan, dengan demikian pelebaran bisa sedikit digeser. Sebab jika tidak bisa digeser, maka pelebaran jalan viaduct menjadi 12 meter seluruhnya ke utara,” pungkasnya. (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *