Pemerintah Diminta Tambah SPBN di Jateng

  • Whatsapp

spbnSemarang, Jowonews.com – Pemerintah diminta menambah jumlah stasiun bahan bakar untuk nelayan (SPBN) sehingga para pencari ikan tersebut bisa lebih mudah mendapatkan solar untuk melaut. Hal itu dikarenakan jumlah SPBN di Jateng masih kurang.

“Hingga saat ini di daerah pantai utara maupun selatan Jateng sudah ada 48 SPBN, tetapi kami menilai jumlah tersebut masih kurang,” kata Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jateng, Ali Mulyono di Semarang, Selasa (21/4/2015).

Bacaan Lainnya

Menurut HNSI, SPBN bisa dibangun berdekatan dengan tempat pelelangan ikan (TPI) di setiap kabupaten-kota. Dengan demikian, nelayan tidak kerepotan mencari bahan bakar sampai harus menempuh jarak jauh.  di batang misalnya,  masih ada nelayan yang harus menempuh jarak hampir 10 km untuk memperoleh bahan bakar di SPBN.

Para nelayan yang tinggal jauh dari SPBN tersebut memilih untuk menempuh perjalanan lama karena jika harus membeli di sekitarnya harga bahan bakar sudah berbeda dan selisih harganya cukup besar. “Kalau beli bahan bakar di sekitar saja memang ada tetapi selisih harganya antara Rp1.000-2.000 per liter. Bagi nelayan selisih harga tersebut sangat berat, apalagi setiap kapal dengan ukuran 5-10 gross ton (GT) yang berangkat pagi dan pulang sore membutuhkan bahan bakar 20-25 liter,” katanya.

Nelayan juga tidak bisa membeli di SPBU karena terkendala oleh larangan membeli bensin dengan menggunakan jerigen. Padahal, pembelian hanya bisa menggunakan jerigen baru selanjutnya diisikan ke mesin disel kapal.

HNSI berharap agar pemerintah bisa segera menambah jumlah SPBN di Jateng khususnya pantura yang jumlah nelayannya lebih banyak dibandingkan kawasan lain. Pihaknya berharap jika jumlah SPBN ditambah maka jumlah produksi ikan yang berhasil ditangkap oleh para nelayan bisa meningkat. (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *