Semarak Hari Kartini: PKPU Semarang Bekali Keterampilan Pijat Perempuan

  • Whatsapp

pkpu semarangSemarang, Jowonews.com – Pos Keadilan Peduli Umat Cabang Semarang melatih dan membekali kalangan perempuan dhuafa dengan kemampuan terapi pijat agar mampu membuka usaha secara mandiri.

“Sudah ada sejumlah perempuan peserta pelatihan yang kami fasilitasi membuka klinik terapi,” kata Kepala Divisi Pendayagunaan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Kota Semarang Subhanudin Nasrullah di Semarang, Selasa (21/4/2015).

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diungkapkannya di sela peresmian Klinik Mandiri Forum Terapis Aktif atas prakarsa PKPU Kota Semarang yang menempati salah satu rumah warga di kawasan Tlogomulyo, Pedurungan, Semarang.

Ia menyebutkan ada empat perempuan peserta pelatihan yang diberi bantuan plang (tanda) klinik oleh PKPU Semarang yang nantinya menjadi bekal mereka untuk membuka klinik terapi secara mandiri. “Terapis aktif yang notabene banyak dilakukan oleh kaum pria, saat ini kami fasilitasi juga untuk para perempuan. Semoga bisa menjadi upaya untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan,” katanya.

Setelah mendapatkan pelatihan terapi pijat, kata dia, para perempuan tersebut akan menjalani magang dan mendapatkan pendampingan sampai termotivasi untuk membuka klinik secara mandiri.

Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, pria yang akrab disapa Aan itu mengatakan perempuan, terutama yang dari kalangan dhuafa perlu diberikan semangat dan bekal untuk bisa mandiri.

Kepala Cabang PKPU Kota Semarang M. Miftahul Surur mengatakan setidaknya sudah ada empat perempuan yang dimotivasi untuk membuka klinik terapi secara mandiri di rumahnya masing-masing.

Ia berharap semakin banyak perempuan-perempuan yang mampu memberdayakan diri secara mandiri, termasuk mampu membuka klinik terapi mandiri di rumah agar perekonomian negara semakin kuat.

Sementara itu, Sofiyatun, salah satu peserta pelatihan yang mampu membuka klinik terapi kesehatan keluarga “Faza” mengaku sangat terbantu dengan motivasi yang diberikan PKPU Semarang. “Saya mendapatkan pelatihan, kesempatan magang, dan mendapatkan pendampingan dari PKPU Semarang. Motivasi untuk membuka klinik mandiri pun semakin kuat meski saya harus mulai dari nol,” katanya. (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *