Warga Kudus yang Hilang Ditemukan Tewas

  • Whatsapp

wpid-08-12-38-8691-tewas.jpgKudus, Jowonews.com – Setelah dilakukan pencarian hampir 24 jam, akhirnya Ahmad Jamian (50) warga Dukuh Kauman RT 01/ RW 011, Desa/ Kecamatan Jekulo Kudus ditemukan tersangkut onggokan sampah di aliran Sungai Jeratun turut wilayah Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo. Ketika ditemukan kondisi korban dalam keadaan tidak bernyawa.

 Kapolsek Jekulo AKP Mardi Susanto dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan bahwa, Ahmad Jamian yang oleh keluarganya dinyatakan hilang sejak Senin (20/4) sekitar pukul 13.00 WIB sudah ditemukan. Keluarga korban dibantu masyarakat, polisi, TNI dan petugas BPBD Kudus akhirnya menemukan keberadaan korban dalam kondisi meninggal dunia.

Bacaan Lainnya

 Menurut penuturan keluarganya saat melapor ke Polsek Jekulo, diduga kuat korban kepeleset saat menyeberang sungai ketika hendak menuju sawah yang digarapnya. Kecurigaan tersebut muncul, setelah Ahmad Jamian tidak pulang ke rumahnya hingga pukul 12.00 WIB.

 ”Menurut cerita keluarganya saat memberitahukan ke Mapolsek Jekulo, biasanya kalau sedang menggarap sawah korban selalu pulang sebelum jam dua belas siang untuk menjalankan sholat,” tutur AKP Sumardi, Selasa (21/4).

 Karena hingga pukul 13.00 tidak pulang, lanjutnya, lalu keluarganya mencari korban ke sawah yang digarapnya. Namun, di sawah garapan dan sekelilingnya, keluarganya tidak menemukan keberadaan korban.

 ”Karena ditempat-tempat yang biasa korban datangi tidak ditemukan dan warga tidak ada yang mengetahui, akhirnya keluarganya berkesimpulan bahwa korban hanyut di sungai dan mulailah dilakukan pencarian,” tambahnya.

 Dua saksi yang pertama melihat keberadaan jasad korban mengapung di sungai aliran Sungai Jeratun yakni Bahrowi (50) dan Suwarno (45) keduanya warga Desa Bulung Kulon RT 08/ RW 06, sudah dimintai keterangan. Sedang hasil pemeriksaan Tim Inafis Polres Kudus dan dokter dari Puskesmas Jekulo tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan.

 ”Setelah keluarganya menerimakan kematian korban sebagai takdir dan menyatakan tidak akan menuntut dikemudian hari, jenasah korban kita serahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan,” pungkasnya. (JN04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *