Kesenjangan Makin Lebar : Jateng Ranking 13 Provinsi Termiskin

  • Whatsapp
Gd.Kantor Gubernur dan Gd Berlian/ DPRD Jateng, foto: www.budiono.heck.in
Gd.Kantor Gubernur dan Gd Berlian/ DPRD Jateng, foto: www.budiono.heck.in
Gd.Kantor Gubernur dan Gd Berlian/ DPRD Jateng, foto: www.budiono.heck.in

SEMARANG, Jowonews.com – Tingginya tingkat keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dalam mencapai Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dinilai menjadi kurang bermakna. Sebab, kinerja Pemprov Jateng pada tahun 2014 ternyata belum mencapai target yang menjadi ruh, substansi dan isu strategis.

Hal itu disampaikan Ketua Pansus LKPJ Gubernur Jateng Akhir Tahun Anggaran 2014, Ir Sriyanto Saputro. Kinerja Pemprov Jateng pada tahun 2014 ternyata belum mencapai target yang menjadi ruh, substansi dan isu strategis. Hal itu dibuktikan dengan masalah pemerataan pembangunan,”tegasnya, kemarin.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kinerja Pemprov Jateng tidak saja diukur dengan kemampuan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Tapi juga kemampuan meningkatkan pemerataan pertumbuhan.

Menurut Panitia Khusus (Pansus), kinerja Pemprov Jateng tahun 2014 dalam pemerataan pertumbuhan menunjukkan fakta kurang berhasil. “Hal tersebut dibuktikan dengan kesenjangan masyarakat dan kesenjangan antar wilayah yang semakin lebar,”kata Ketua Pansus LKPJ, Ir Sriyanto Saputro, kemarin.

Kesenjangan masyarakat yang dinilai dengan Indek Gini semakin tinggi.Dari 0,380 menjadi 0,387. Kesenjangan antar wilayah yang diukur dengan Indeks Williamson juga semakin tinggi. Dari 0,6932 menjadi 0,6954.

“LKPJ tidak menjelaskan wilayah-wilayah yang mengalami ketimpangan dan komunitas atau kelompok masyarakat yang mengalami kesenjangan,”bebernya.

Statistik tersebut memberikan pertanda bahwa pola perencanaan pembangunan kewilayahan dan distribusi program dan kegiatan yang selama ini dilakukan oleh pemprov kurang berhasil.

Disamping itu, juga dibuktikan dengan penanganan kemiskinan di Jateng. Prosentase penduduk miskin di Jateng sebesar 13,58% pada tahun 2014 memang menurun jika dibandingkan dengan tahun 2013 sebesar 14,44%.

“Namun demikian, realisasi tersebut belum sesuai dengan target yang tercantum dalam RPJMD. Pada tahun 2014 prosentase penduduk miskin di Jateng ditarget sebesar 11,58-11,37 persen,”katanya.

Prosentase penduduk miskin di Jateng sebesar 13,58 % tersebut menempatkan Jateng sebagai privinsi dengan prosentase penduduk miskin terbesar ke-13 di Indonesia. Ini masih berada di atas rata-rata prosentase penduduk miskin secara nasional sebesar 10,96 persen. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *