Jika Head to Head, PDIP Akui Soemarmo Lawan Berat

  • Whatsapp
PDIP
PDIP

 

PDIPSEMARANG, Jowonews.com – PDI Perjuangan Kota Semarang tak khawatir dengan kabar mantan wali kota Semarang Soemarmo HS yang akan maju dalam pemilihan walikota (Pilwakot) Semarang 2015. Namun demikian, bila sampai terjadi head to head  antara Hendrar Prihadi dengan Soemarmo, diakui persaingan akan ketat dan berat.   

Bacaan Lainnya

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Semarang Kadarlusman mengaku sudah mengetahui rencana Soemarmo maju sebagai calon wali kota yang akan dideklrasikan oleh koalisi Partai Gerindra dan PAN. Dikabarkan deklarasi akan dilaksanakan pada hari Minggu (26/4) pagi besok.

Pihaknya tidak merasa deklarasi Soemarmo tersebut sebagai ancaman atau perlu dikhawatirkan. Majunya Soemarmo justeru dinilai bagus untuk terwujudnya demokrasi yang dinamis.

‘’PDIP tidak merasa deklarasi itu sebagai ancaman atau perlu dikhawatirkan. Meskipun dalam survei, beliau (Soemarmo) kandidat yang dianggap kuat untuk berhadapan dengan calon incumbent (Hendrar Prihadi) yang akan kami usung,’’ terangnya, kemarin (24/4).

Secara terpisah Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDI Perjuangan HA Supriyadi mengatakan, PDIP siap menghadapi pilwalkot baik lawannya satu pasangan calon (head to head) maupun lebih. Apalagi telah melakukan komunikasi politik dengan partai lain yang akan ditindaklanjuti dengan kesepakatan.

Pencalonan Soemarmo dinilai tidak ada yang perlu kekhawatiran. Tetapi jika head to head diakui memang akan lebih berat dan keras daripada ada beberapa pasangan calon yang maju dalam pilwalkot. Karena pihaknya harus mengubah strategi dalam kampanye supaya berhasil keluar sebagai pemenang.

‘’Tapi, kita akan melihat dulu apakah Pak Marmo memang bisa maju sebagai calon atau tidak. Kalau dari pihak Pak Marmo, memang merasa yakin masih bisa menjadi calon wali kota. Tapi KPU sendiri belum mendapat salinan putusan pengadilan atas kasus (korupsi) yang pernah menjerat beliau. Jadi sejauh ini, beliau masih bisa nyalon baru sebatas itu,’’ jelasnya.

Sebagai strategi untuk memenangkan pilwalkot, pihaknya akan menyeleksi secara ketat calon wakil wali kota pendamping calon wali kota. Calon wakil wali kota harus mengangkat elektabilitas calon wali kota. Tapi tetap terbuka bagi siapapun dan dari latar belakang apapun yang penting memenuhi syarat.

Menurutnya, ada beberapa indikator pertimbangan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai untuk memiliki calon wakil wali kota. Yaitu memiliki elektabilitas, kompetensi, pengalaman di birokrasi. Karena akan menjadi pendamping calon wali kota incumbent, dan lolos dari seleksi di sekolah partai.

‘’Kita optimis dengan memiliki 15 kursi di dewan dan komunikasi politik dengan partai lain, adalah modal awal yang kuat untuk bisa memenangkan pilwakot dan perolehan suara telak,’’ tandas Supriyadi. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *