KAMMI Semarang Merasa Terdzalimi Terkait Pernyataan Kesbangpol Pemkot

  • Whatsapp
Ilustrasi aksi KAMMI Semarang
Ilustrasi aksi KAMMI Semarang
Ilustrasi aksi KAMMI Semarang
Ilustrasi aksi KAMMI Semarang

Semarang, Jowonews.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Semarang memberikan klarifikasi terkait pemberitaan di media merdeka.com mengenai perkataan Ketua Kespbangpol Pemkot Semarang yang mengatakan bahwa KAMMI Semarang diberi dana hibah dan sudah satu tahun ini belum mengembalikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) hibah tahun 2014 kepada kesbangpol.

Dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi Jowonews.com, Ketua KAMMI semarang periode 2012-2014, Barri Pratama melakukan klarifikasi dengan membuat surat pernyataan.

Bacaan Lainnya

Menurut Barri,  proses berjalannya KAMMI Semarang 2012-2014 dilakukan dengan baik. Bahwa dalam kepengurusan kami, KAMMI Semarang mendapatkan bantuan hibah benar adanya, dan KAMMI Semarang telah menyelesaikan segala urusan pertanggungjawaban (LPJ) dana hibah 2014 hingga tuntas.

“Dalam aksi KAMMI Semarang kemarin terkait LKPJ dan prestasi kota semarang yang minim” disambut oleh kepala kesbangpol dengan beberapa pernyataan yang keliru perlu sekiranya saya keluarkan pernyataan balik sebagai bentuk klarifikasi,” paparnya, Sabtu (25/4/2015).

Lebih lanjut, Barri menyampaikan bahwa dalam  aksi tersebut dikatakan “KAMMI telah mendapatkan hibah, kenapa kammi masih aksi?” dan “LPJ tahun kemarin saja belum ada”.

“Maka saya pribadi dan selaku mantan ketua umum kammi semarang 2012-2014, sangat merasa terdzolimi dan menyayangkan atas pernyataan kepala kesbangpol di beberapa media yang mencoreng nama baik saya dan nama baik organisasi KAMMI Semarang,” papar alumnus Fakultas MIPA Universitas Diponegoro ini.

Barri berharap kepala Kesbangpol kota semarang, Kuncoro yang sudah dianggap sebagai bapak sendiri memberikan klarifikasi yang baik dan meminta maaf atas pernyataan tersebut. “Saya percaya kesbangpol merupakan cerminan dari pemerintah kota semarang,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pada Jumat kemarin, KAMMI Semarang menggelar aksi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang. Pada saat yang sama berlangsung rapat paripurna DPRD Kota Semarang membahas laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) Wali Kota Semarang akhir tahun anggaran dan akhir masa jabatan.

Puluhan mahasiswa peserta aksi menggelar orasi persis di depan pintu Gedung DPRD Kota Semarang dan membentangkan sejumlah poster bernada kritik atas kinerja pemerintah kota setempat. Antara lain bertuliskan, “Semarang Minim Prestasi”, “Semarang Setara? Karo Opo Mase?, “373.978 Rakyat Miskin, Wali Kota Semarang Gagal”, dan “Prestasi Minim, Nol, Pencitraan Maksimal”. (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *