Muncul Politik Adu Domba, Banyak Spanduk Dirusak

  • Whatsapp

 

PDI Perjuangan
PDI Perjuangan

SRAGEN, Jowonews.com – Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Sragen, Bambang Samekto, dan kader partai berlambang kepala banteng moncong putih melakukan sweeping spanduk provokatif di Kecamatan Sragen, Jumat (24/4).

Bacaan Lainnya

Aksi yang dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB tersebut menyasar spandu-spanduk bakal calon (balon) bupati dari PDIP yang disabotase. Salah satunya spanduk milik Kusdinar Untung Yuni Sukowati alias Yuni.

Spanduk anak sulung eks bupati Sragen, Untung Wiyono tersebut dirobek menggunakan benda tajam. Tidak sampai di situ saja, spanduk tersebut lalu dipasang kembali dengan posisi terbalik disertai tulisan.

“Parahnya tulisan menggunakan piloks tersebut berupa pernyataan dukungan kepada saya untuk maju pilkada. Padahal saya tidak mendaftarkan diri sebagai balon bupati. Kalau seperti ini adu domba,” ujar dia.

Tapi Bambang menyatakan tidak tahu siapa yang melakukan aksi provokatif tersebut. Dia meminta semua kekuatan politik di Bumi Sukowati bersaing secara sehat. “Jangan pakai cara-cara adu domba,” imbuh dia.

Bambang mengaku sudah berkomunikasi dengan Yuni terkait spanduk bernada adu domba.

Ditemui terpisah, Yuni mengakui cukup banyak spanduknya yang disabotase. Tidak hanya dirusak, sebagian spanduk yang dipasang sukarelawan pendukungnya diketahui terlepas dari tempat pemasangannya.

Tapi Yuni tidak mau menuduh siapa dalang dari aksi provokatif tersebut.

Pernyataan senada disampaikan Sugiyamto, balon bupati dari PDIP. Puluhan spanduk bergambar Sugiyamto dilaporkan hilang.

Sekretaris DPC PDIP Sragen tersebut tidak mau menuduh siapa pelaku sabotase spanduk. Dia memilih fokus mensosialisasikan diri kepada masyarakat. “Sosialisasi langsung ke akar rumput lebih mengena,” kata dia. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *