Rp 15,9 M Bansos Tidak Tersalurkan, Ganjar Sebut Tak Ada Proposalnya

  • Whatsapp
Ganjar Pernah Beri AMplop Wartawan. (Foto : IST)
Ganjar Pranowo
Gd.Kantor Gubernur dan Gd Berlian/ DPRD Jateng, foto: www.budiono.heck.in
Gd.Kantor Gubernur dan Gd Berlian/ DPRD Jateng, foto: www.budiono.heck.in

SEMARANG, Jowonews.com – Bantuan sosial (Bansos) Pemprov Jateng pada tahun 2014 yang mencapai Rp 39,226 miliar ternyata banyak yang tidak bisa direalisasikan dengan baik. Padahal, besaran bansos itu mengalami kenaikan sebesar 155 persen dari tahun 2013.

Hal itu disampaikan Ketua Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jateng Akhir Tahun Anggaran (ATA) 2014, Ir.Sriyanto Saputro,kemarin. Yaitu dalam Rapat Paripurna DPRD Jateng dengan agenda Laporan Pansus LKPJ Gubernur.

Bacaan Lainnya

 “Peningkatan prosentase belanja bantuan sosial sebesar 155 persen dari tahun 2013 menjadi Rp 39,226 miliar tidak dibarengi dengan kemampuan merealisasikan dengan baik,”tegasnya.
Menurut Sriyanto Saputro, realisasi bansos 2014 hanya 59,53 persen. Sehingga ada Rp 15,9 miliar yang tidak terealisasi tanpa disertai dengan rincian jenis belanja bansos dan penyebab rendahnya realisasi tersebut.

Padahal, masih menurut Sriyanto Saputro, bansos merupakan salah satu sumber belanja yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Dan faktanya sangat banyak jumlah proposal yang diajukan oleh masyarakat, tetapi tidak dapat dicairkan,”tambahnya.

Hal yang sama juga terjadi pada belanja pegawai, dalam pos belanja tidak langsung. Silpa dari belanja pegawai terus meningkat. Jika pada tahun 2013 jumlah belanja pegawai yang tidak terserap sebesar Rp 137,2 miliar, pada tahun 2014 meningkat menjadi Rp 235,2 miliar. “Kondisi tersebut menandakan perencanaan belanja pegawai kurang cermat,”tegasnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat dikonfirmasi mengakui kalau banyak bansos yang tidak dicairkan pada tahun 2014. “Ya kalau tidak ada proposalnya, saya coret. Lha nak raono proposale, mosok abab. (ya kalau tidak ada proposalnya, masak angin). Tidak boleh,”ungkapnya.

Gubernur tidak mau menyebutkan usulan dari siapa yang tidak ada proposalnya itu. Gubernur hanya menyampaikan “dulu kan ada kesempatan untuk verifikasi. Jadi ada angkanya disitu. Tapi tidak ada (proposal,red), ya kita verifikasi,”akunya. “Tidak ada tuannya masak mau dicairkan. Kan tidak boleh,”jelasnya.

Gubernur mengaku tidak masalah dimarahi anggota dewan Jateng, karena silpanya tinggi. Tidak apa-apa. Diharapkan tahun 2016 tidak terjadi lagi. Karena semua dilibatkan dalam pembahasan  sejak awal.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *