Lintang, Mahasiswi Unnes dan Ibunya Meninggal di Hari yang Sama

  • Whatsapp
Lintang. (Foto: FB)
Lintang. (Foto: FB)
Lintang. (Foto: FB)
Lintang. (Foto: FB)

Semarang, Jowonews.com – Kabar duka kembali menyelimuti civitas akademika Universitas Negeri Semarang (Unnes). Salah satu mahasiswinya, Lintang Pamor Alfi Mardani, mahasiswi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Unnes ini meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal yang dialaminya, Senin (27/4/2015).

Berdasarkan penelusuran Redaksi Jowonews, Lintang yang merupakan alumni Sekolah Kader Bangsa (SKB) BEM KM Unnes ini mengalami kecelakaan saat hendak mengumpulkan tugas kuliah di kampusnya, di Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur.

Bacaan Lainnya

Sehari sebelum kecelakaan tersebut, Lintang sempat mengunggah foto dirinya dan salah satu temannya yang bernama Shofia Yusuf. Foto yang diunggah bersama Shofia Yusuf tersebut masih sempat dia komentari.

Sontak, saat kabar duka akan kepergian Lintang untuk selamanya tersebar, Shofia Yusuf sosok yang bersama Lintang di foto tersebut menuangkan kesedihan dan kehilangan dalam status Facebooknya. 

“Lintang Pamor Alfi Mardani yang baik, semoga diterima di sisiNya. Bersyukur dipertemukan dengan Lintang yang begitu baik, tidak pernah sedikutpun mendengar dia mengeluh, marah atau ngomongin kejelekan orang bahkan sekalipun dengan orang-orang yang mendzaliminya. Dia selalu dengan tangan terbuka dan lembut membantu orang. Semoga inilah jalan yang terbaik. Kami semua menyayangimu,” tulis Shofia Yusuf.

Meninggalnya Mahasiswi asal Purwodadi ini didengar oleh ibunya. Sang ibu lantas syok begitu mendengar buah hatinya meninggal kecelakaan. Sang ibu tidak menyangka anak kesayangannya meninggal, dan pada hari itu juga, ibu dari Lintang mengembuskan napas terakhir akibat serangan jantung setelah mendengar kabar tersebut.

Aktif Organisasi dan Sosial

Semasa hidupnya, Lintang dikenal memiliki jiwa organisasi dan sosial yang tinggi. Sebelum masuk ke Pascasarjana, Lintang yang mengambil jurusan Pendidikan Matematika Unnes angkatan 2010 ini aktif di berbagai organisasi, seperti di Departemen Kominfo BEM FMIPA tahun 2010, kemudian dilanjutkan dengan masuk sebagai siswa di Sekolah Kader Bangsa (SKB) BEM KM Unnes.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, kaget. dan hanya bisa berdoa agar sgala yg kau punya menjadi pemberat amalmu, menjadikanmu tinggi dihadapanNya. semua teman seperjuanganmu sungguh kehilangan, tapi kami bangga padamu, dengan segala dedikasi dan semangat juangmu! selamat tinggal kawan,” kata Ketua BEM FMIPA tahun 2008, Alfa Bayu Sanjaya, begitu mendengar salah satu staffnya di BEM meninggal dunia.

Selain organisatoris, sosok Lintang dikenal jiwa sosialnya yang tinggi. Di sela-sela padatnya kuliah dia menyempatkan diri mejadi kurir atau pengantar dan mendampingi pasien Sedekah Rombongan Area Semarang. Tentu banyak yang merasa kehilangan mengingat perannya dalam kegiatan sosial selama ini dan kepeduliannya akan kaum dhuafa dengan menjadi seorang kurir Sedekah Rombongan. (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *