Pemkot Pekalongan Sarankan Pelaku Industri Membuat IPAL

  • Whatsapp

batik-pekalonganPekalongan, Jowonews.com – Pihak Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, merasa prihatin terhadap pencemaran limbah industri konveksi yang makin parah.

Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, Muhammad Feiza, tingkat pencemaran di sungai yang dihasilkan dari pembuangan limbah industri kian mengkhawatirkan karena ketidakpedulian pelaku usaha dalam menjaga lingkungan. “Kami merasa prihatin pada aliran sepanjang sungai yang tidak ada batas wilayah, antara hulu dan hilir karena tercemar limbah industri,” katanya, Selasa (28/4/2015) kemarin.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan sebaiknya pelaku usaha industri agar membuat instalasi pembuang air limbah (IPAL) sehingga tingkat pencemaran limbah di sungai dapat diminimalkan. Kendati demikian, kata dia, pemkot juga memahami kesulitan pelaku industri membangun IPAL akan membutuhkan dana yang relatif banyak.

“Pemkot sudah membangun IPAL terpadu tetapi bangunan itu belum dapat menampung sepenuhnya sisa limbah karena jumlah industri konveksi, seperti pencucian celana jeans dan printing tidak sebanding dengan jumlah IPAL,” katanya.

Dikatakan Feiza, pemkot sudah berulang kali melakukan pertemuan dengan pejabat Kabupaten Pekalongan dan Batang, serta pelaku usaha agar saling menjaga aliran sungai dari sisa limbah industri. “Akan tetapi, dari pertemuan tersebut tidak membuahkan hasil yang maksimal karena pencemaran limbah industri masih tetap tinggi. Oleh karena itu, kami mengimbau pada pelaku usaha agar mengolah limbahya tanpa dibuang langsung ke sungai,” katanya. (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *