Menginspirasi Ribuan Orang untuk Mengaji: Pemuda Bukit Karangkobar ini Raih Predikat Tokoh Perubahan 2014

  • Whatsapp
Pratama Widodo Tokoh Perubahan 2014 (Foto: Teguh Prasetyo)
Pratama Widodo Tokoh Perubahan 2014 (Foto: Teguh Prasetyo)

Semarang, Jowonews.com – Menjadi inspirator kebaikan dengan menjadi pendiri gerakan mengaji pada akhirnya mengantarkan sosok kalem yang merupakan alumni Pendidikan Sosiologi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) mendapatkan penghargaan tingkat nasional.

Adalah Pratama Widodo, pemuda dari lereng pegunungan Dieng, tepatnya Kecamatan Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara ini mendapatkan penghargaan sebagai Tokoh Perubahan Republika 2014. Penghargaan itu diberikan pada seremoni yang dihadiri sekitar 500 orang tamu undangan di Ballroom Djakarta Theater‎, Jalan MH Thamrin, Jakpus, Kamis (30/4/2015) malam.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh di antaranya adalah Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Ketua KPK Taufiequrrahman Ruki, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua DPD Irman Gusman, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Bappenas Andrinof Chaniago, Menakertrans Hanif Dhakiri, mantan Menko Polhukam Djoko Suyanto.

Melalui gerakan One Day One Juz (ODOJ), Widodo pada tahun 2010 menjadi inisiator terbentuknya ODOJ yang saat ini menginspirasi ribuan orang untuk bergabung bersama komunitas tersebut. Gerakan ODOJ sendiri merupakan gerakana mengaji satu juz per hari dengan memanfaatkan jejaring sosial WhatsApp. Bersama temannya, Bayu Subrata, Widodo sukses mmebuat gerakan ODOJ ini saat ini diikuti lebih dari 800 grup ODOJ, dengan masing-masing grup terdiri dari 30 anggota.

Semasa merintis gerakan ODOJ di kampus, Widodo adalah seorang aktivis kampus, terutama di bidang kerohanian Islam Mahasiswa. Widodo pun pernah didaulat sebagai Ketua Rohis Kerohanian Islam Fakultas Sosial (KIFS) pada tahun 2009. 

Sementara, ODOJ sendiri merupakan gerakan pengajian terbesar di Indonesia, yang diikuti oleh masyarakat dari berbagai kalangan, seperti artis, sebut saja Teuku Wisnu Shireen Sunkar, Oki Setiana Dewi, juga berbagai kalangan, terutama kalangan pemuda. Jauh sebelum gerakan ODOJ mengemuka melalui aplikasi whatsapp, Widodo yang juga aktif di komunitas Toekangpoto menginisiasi gerakan tersebut melalui SMS. Berkat inisiasi dari Widodo, saat ini ODOJ diikuti tak kurang dari 10 ribu anggota se-Indonesia.

Selain Widodo dan Bhayu, empat orang‎ tokoh dari beberapa latar belakang meraih penghargaan sebagai ‘Tokoh Perubahan Republika 2014’. Penghargaan itu diberikan atas dedikasi mereka baik sebagai kepala daerah maupun tokoh agama.

Mereka yang mendapat penghargaan adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah

Din Syamsuddin, sebagai ketua PP Muhammadiyah dianggap sebagai ‎tokoh perubahan karena gerakannya yang dikenal ‘jihad konstitusi’, yaitu menguji UU yang dianggap tak mensejahterakan rakyat. Juga perannya dalam interfaith dialogue.

Bupati Abdullah Azwar Anas mendapat penghargaan atas usahanya meningkatkan ekonomi di Banyuwangi, mengubah image Banyuwangi dari ‘kota santet’ menjadi kota dengan ikon pariwisata‎ yang menarik, pembangunan infrastruktur yang besar dan lainnya.

‎Sementara, Walikota Risma, diberi penghargaan karena usahanya menutup lokalisasi dolly, kemudian mengubah Kota Surabaya baik dalam hal tata kota dengan smart city, peningkatan ekonomi hingga inovasi yang digagas Risma.

Bupati Bantaeng Nurdin ‎meraih penghargaan karena berhasil menekan angka kematian bayi hingga 0 persen berkat layanan brigade siaga bencana yang menyediakan tenaga medis dan ambulan 24 jam, kemudian berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 9,2 persen dan surplus pangan. (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *