Presiden Minta Pengguna KIS Dilayani dengan Baik

  • Whatsapp
Warga menerima sebuah KIP dan KIS yang merupakan program pemerintah Jokowi-JK. Program ini ternyata membingungkan Pemerintahan Daerah.
Warga menerima sebuah KIP dan KIS yang merupakan program pemerintah Jokowi-JK. Program ini ternyata membingungkan Pemerintahan Daerah.
Warga menerima sebuah KIP dan KIS yang merupakan program pemerintah Jokowi-JK. Program ini ternyata membingungkan Pemerintahan Daerah.
Warga menerima sebuah KIP dan KIS yang merupakan program pemerintah Jokowi-JK. Program ini ternyata membingungkan Pemerintahan Daerah. 

Klaten, Jowonews.com – Presiden Joko Widodo  meminta rumah sakit atau petugas dokter di seluruh Indonesia untuk melayani dengan baik kepada masyarakat yang memegang kartu Indonesia Sehat (KIS).

Presiden Jokowi membagikan KIS sebanyak 1,645 jiwa kepada masyarakat Pedan Klaten. Selain itu, Presiden juga membagikan sebanyak KKS sebanyak 532 kepala keluarga, dan KIP sebanyak 477 siswa SD/SMP/SMA di daerah itu.
Menurut Jokowi, bagi siswa yang menerima Kartu Indonesia Pintar akan menerima biaya pendidikan masing-masing sebanyak Rp450 ribu per tahun untuk tingka SD, Rp750 ribu (SMP) dan Rp1 juta (SMA).

Bacaan Lainnya

Dikatakan Jokowi, dirinya juga memiliki kartu sehat, yang digunakan apabila masyarakat menderita sakit. Masyarakat yang sudah memegang kartu sehat ini, tentunya akan lebih tenang untuk memeriksakan penyakitnya. 
Namun, Jokowi mengingatkan masyarakat dalam menggunakan kartu sehat harus sesuai prosedur. Misal, masyarakat yang sakitnya ringan seperti flu atau batuk cukup berobat ke Puskesmas setempat.

“Masyarakat jika berobat di Puskesmas setelah diketahui penyakitnya berat segera minta rujukan ke rumah sakit untuk ditangani dokter. Jika di rumah sakit mendapatkan pelayani kurang baik segera dilaporkan. Ini ada ibu Menkes hadir di acara ini,” kata Jokowi disela acara peluncuran tahap kedua 2015 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan KIS di Desa Temuwangi, Pedan Klaten, Senin (4/5/2015).

Dikatakan pria asal Solo ini, masyarakat yang memagang kartu sehat harus dilayani dengan baik oleh pihak rumah sakit dan dokter karena semua biaya kesehatan ditanggung oleh negara.

“Jika masyarakat merasa dibentak dan tidak mendapatkan pelayanan yang baik maka kejadian itu perlu dilaporkan ke petugas Kementerian Kesehatan. Saya titip Menkes agar rumah sakit yang melayani kurang baik atau menolak terhadap masyarakat pemegang kartu sehat segera diperingatkan,” paparnya. (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *