Koalisi Tugu Muda: Semarang Butuh Pemimpin Baru

  • Whatsapp

pilkadakadSEMARANG, Jowonews.com –  Pembangunan di Kota Semarang saat ini terlihat stagnan dan tidak ada perkembangan yang berarti. Dibutuhkan pemimpin baru yang bisa mengejar ketertinggalan dari kota-kota lainnya. Sebagai ibukota provinsi, Semarang kalah dengan Solo atau Jogja. Sehingga dibutuhkan sosok pemimpin yang bergerak cepat.

Pendapat itu mengemuka dalam diskusi terbuka yang dilaksanakan ‘Koalisi Tugu Muda’ yang digawangi Partai Demokrat, PKS dan Golkar, di Hotel Pandanaran Semarang, Minggu (3/5).

Bacaan Lainnya

Menurut anggota DPD RI asal Jateng Sulistyo, saat ini Semarang kalah dengan kota lain seperti Solo. “Apalagi dengan Jogja atau Bandung, jelas kalah. Ke depan dibutuhkan sosok pemimpin baru,” kata Sulistyo.

Tokoh pendidikan ini menandaskan, ketertingalan kota ini semakin nyata dalam tiga atau dua tahun terakhir. Ketika kota-kota lain terus menggeliat, Semarang malah tenggelam oleh banjir dan rob serta masalah domestik.

“Momen pilwalkot harus menjadi pelajaran penting bagi masyarakat, pilih pemimpin yang bisa mengejar ketertinggalan,” ujar Sulistyo.

Hal yang hampir sama disampaikan oleh anggota DPD RI lainnya Bambang Sadono. Menurut Bambang Sadono, untuk mengejar ketertinggalan, kota ini dibutuhkan pemimpin yang ‘gila’. Dalam konteks ini, adalah sosok pemimpin yang berani mengambil keputusan, bekerja dengan penuh ikhlas dan tidak terkooptasi oleh partai politik.

“Saya kira Semarang membutuhkan pemimpin yang seperti itu. Mampu bekerja keras, ini dilakukan agar bisa mengejar ketertinggalan,” ujar Bambang Sadono.

Sedangkan tokoh pengusaha Semarang Hasan Toha Putra meyakini, agar kota ini semakin maju memang dibutuhkan sosok pembaharu yang berani dan tegas.

Kondisi yang terjadi sekarang ini tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan saat ini. “Sudah lah jangan bicara masa lalu. Bagaimana sekarang dan besok harus seperti apa, langkah pertama tentu mencari pemimpin yang bisa mengejar ketertinggalan, bukan sekedar melaksanakan tugas tanpa ada langkah cepat,” kata Hasan Toha Putra.

Sementara calon walikota Semarang Soemarmo menjelaskan, membangun Semarang dibutuhkan kerja sama dengan semua pihak, termasuk legislatif. Sebab jika tidak ada dukungan akan sulit bagi pemerintah untuk bekerja maksimal. “KMP dan KIH di semarang juga harus bersatu untuk membangun kota,” katanya.

Dia akan mepertemukan tokoh-tokoh partai tersebut. Karena ingin membangun Semarang yang didukung kuat oleh legislatif. “Saya akan menjadi yang pertama mendaftar di Koalisi Tugu Muda, meskipun sudah mendaftar juga di Koalisi Gerindra-PAN,” katanya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *