Angka Kelahiran Usia Dini di Jateng Masih Tinggi

  • Whatsapp

SEMARANG, Jowonews.com – Angka kelahiran di usia 15-19 tahun masih sangat tinggi. Bahkan di Jateng memiliki angka 36/1000 hamilpada udia remaja. Artinya, dari setiap 1000 kelahiran, terdapat 36 remaja yang beresiko tinggi melahirkan.

Kepala Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional  (BKKBN) Jateng Tjondrorini mengatakan, dampak tidak terkendalinya kelahiran menyebabkan persoalan sosial yang tinggi.  Tak hanya itu, angka kelahiran pada remaja akan menimbulkan angka kematian ibu menjadi bertambah. Lantaran secara fisik, organ remaja belum siap untuk melahirkan.

Bacaan Lainnya

“Sebab itulah, para kaum muda dan remaja kami libatkan dengan program Genre (Generasi Remaja) untuk tahu tentang program KB. Kami juga akan menggandeng desa dengan memanfaatkan pelaksanaan Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Dana Desa,” terang Rini dalam acara Rakorda BKKBN Jateng di Gradhika, Selasa (5/5).

Untuk pelaksanaannya, BKKBN akan melakukan pendampingan pelaksanaan dana desa. Pendampingan itu dilakukan agar desa tak ragu menyisihkan anggarannya untuk berbagai program, guna menekan angka kelahiran. Bahkan, perangkat desa pun akan diajarkan bagaimana melakukan pelayanan KB untuk masyarakat di desa.”Minimal mengerti agar memiliki dua anak sudah cukup,” timpalnya.

Rini mengaku, pada 2014 sudah melatih 1.250 dokter dan bidan untuk bisa melakukan KB jangka panjang, IUD dan implant. Pasalnya, sebanyak 62 persen pasangan usia subur (PUS) menggunakan kontrasepsi jangka pendek yang rawan putus (drop out).

“Kita terus menyasar kaum muda yang memberikan kontribusi terhadap penekanan angka kelahiran. Selainitu, kami akan memperbanyak akses pelayanan KB yang bisa dijangkau masyarakat,” imbuh Rini.

Ia tak memungkiri kalau mengalami kendala dalam menekan angka kelahiran. Pasalnya, dari hampir 850 desa di Jateng, semestinya memiliki minimal 850 Penyuluh Lapangan KB (PLKB). Namun, yang terjadi sebaliknya, Jateng hanya memiliki sekitar 2.000 PLKB. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *