Atas Kemelut Pemerintahan Kota Tegal, Pemprov Ancam Beri Sanksi

  • Whatsapp

image

Semarang, Jowonews.com – Kemelut di Pemerintahan Kota Tegal yang tak kunjung usai akan membuat Pemerintah Provinsi Jateng bersikap tegas sewaktu-waktu. Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko mengaku masih mengedepankan mediasi, meski belum melihat perkembangan yang signifikan diantara kubu yang berseteru.

Politikus PDIP tersebut mengklaim kran komunikasi antara Walikota Tegal Siti Mashita dan wakilnya Nur Soleh sudah mulai terbuka. Bahkan, komunikasi dengan 14 pengurus Korpri yang divakumkan pun mulai berjalan dan diprediksikan bisa menemukan titik terang.

“Kami lebih banyak mengingatkan. Kalau masih ada yang merasa tidak puas, mereka ini kan manusia. Jadi semua harus on track. Tugas Wakil Walikota prinsipnya membantu Walikota. Tapi Walikota juga harus mau dibantu, dan tidak boleh merasa tidak butuh bantuan. Sanksi bisa aja kami lakukan, tapi kita masih mengutamakan pendekatan persuasif,” ungkap Heru di ruang kerjanya kemarin.

Mantan Bupati Purbalingga itu mengaku tak akan mentargetkan kapan kemelut di Tegal selesai. Pihaknya secara berkala melaporkan perkembangan apa yang terjadi di Tegal kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. “Gubernur sewaktu-waktu bisa saja bertindak,” tegas mantan Sekda Kudus itu.

Terpisah, Gubernur menegaskan akan melakukan tahapan selanjutnya dalam menangani konflik di Kota Tegal. Ia menyayangkan, masalah tersebut semeskinya bisa selesai April ini, namun masalahnya justru semakin bertambah panjang.

“Ada satu lagi yang akan kita lakukan. Yakni bertanya berkaitan tentang sikap Walikota dan Wakilnya. Apakah masih bisa mengikuti kita atau tidak. Kalau tidak bisa mengikuti akan saya turunkan tim investigasi. Jangan sampai pelayanan terganggu,” terang Gubernur usai melantik pengurus Korpri Jateng di Gradika Jalan Pahlawan.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *