Pilwalkot Semarang: Jaga Transparansi dan Profesionalitas, Koalisi Tugu Muda Libatkan Akademisi

  • Whatsapp
oalisi tugu muda dalam suatu seminar membangun kota semarang. (Foto: JN13)
oalisi tugu muda dalam suatu seminar membangun kota semarang. (Foto: JN13)
oalisi tugu muda dalam suatu seminar membangun kota semarang. (Foto: JN13)
Koalisi tugu muda dalam suatu seminar membangun kota semarang. (Foto: JN13)

Semarang, Jowonews.com – Koalisi Tugu Muda yang terdiri dari tiga partai politik, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat melibatkan akademisi dalam menjaring bakal calon walikota.

Menurut Wakil Ketua Panitia Penjaringan Koalisi Tugu Muda, Suharsono, hal ini dilakukan dalam rangka menjaga transparansi dan profesionalitas selama proses penjaringan bakal calon walikota.

Bacaan Lainnya

Beberapa akademisi dari kampus besar di kota Semarang seperti Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dan Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata pun dilibatkan.”Kita sebenarnya menginginkan satu proses penjaringan yang terbuka dan diterima oleh publik, maka kami libatkan akademisi” jelas Suharsono di Semarang, Jumat (08/05).

Lebih lanjut, Suharsono menyampaikan nantinya akademisi  akan dilibatkan untuk memberikan masukan kriteria calon yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kepada tim panitia koalisi. Selain itu, akademisi juga dilibatkan untuk membuat alur mekanisme perekrutan yang profesional dan transparan.

“Transparan dan profesional merupakan ciri khas dari nilai – nilai demokrasi yang ingin kita (koalis tugumuda) usung, kami berharap dengan adanya cara semacam ini dapat menghasilkan calon walikota sesuai harapan” terang pria yang juga anggota DPRD Kota Semarang ini.

Dalam menghadapi pemilihan walikota Semarang mendatang koalisi tugu muda memang tidak main-main dalam menentukan kriteria calon walikota. Menurut Suharsono, calon yang layak memimpin Semarang diharapkan calon yang mau bekerja keras untuk warga Semarang dan mampu menyelesaikan persoalan mendasar warga Semarang.

Melibatkan Komunitas

Selain melibatkan akademisi, dalam penjaringan calon walikota ini koalisi tugu muda juga melibatkan sejumlah komunitas masyarakat yang ada di Kota Semarang.

Suharsono menjelaskan, komunitas yang dilibatkan adalah mereka yang memiliki hubungan dengan kebijakan strategis di kota atlas. “Seperti komunitas pedagang kaki lima, pedagang pasar, komunitas pecinta lingkungan, komunitas pejalan kaki, komunitas olahraga dan masih banyak lagi komunitas yang akan kami libatkan” ungkap politisi PKS ini.

Suharsono menambahkan, para calon walikota tersebut nantinya akan dilibatkan ajak public hearing dengan para komunitas.

Sementara itu, akademisi dari Undip, M Yulianto  mengapresiasi langkah koalisi tugu muda tersebut. Menurut Yulianto, kehadiran akademisi dalam proses seleksi calon walikota menjalankan fungsi aufklarung, pencerahan untuk masyarakat.”Akademisi itu seperti juru martani, mereka yang mengontrol sikap politik parpol koalisi agar tetap berada pada jalur politik yang mengusung visi mulia” jelas Yulianto. (JN13)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *