Pemulung Serbu Pasar Johar

  • Whatsapp
Pasar Johar kebakaran. (Foto: IST)
Pasar Johar kebakaran. (Foto: IST)
Pasar Johar yang hangus terbakar. (Foto: IST)
Pasar Johar yang hangus terbakar. (Foto: IST)

SEMARANG, Jowonews.com- Memasuki hari kedua pasca kebakaran yang melumat Pasar Johar pada Sabtu (9/5) malam lalu, Senin (11/5) kemarin sejumlah pedagang mulai masuk ke lokasi bekas area kebakaran. Mereka mengevakuasi sisa barang dagangan yang masih bisa dimanfaatkan, seperti buah jeruk, pepaya, dan beberapa pakaian.

Selain pedagang ada juga pemulung yang masuk ke lokasi bekas kebakaran. Mereka membawa karung dan keranjang mengais arang dan reruntungan bangunan untuk mengambil paku atau potongan besi yang bisa dijual.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan, penjagaan kemarin tidak terlalu ketat meski masih ada beberapa petugas kepolisian, Satpol dan TNI. Sementara sejumlah petugas mobil kebakaran juga masih ada yang beraktivitas melakukan pemadaman di bagian tengah Jalan Alun-Alun Tengah.

Beberapa pedagang terlihat naik ke lantai dua Pasar Yaik yang merupakan stand buah untuk menyelamatkan beberapa sisa barang dagangan. Namun keberadaan pemulung yang diperbolehkan masuk menyebabkan sulit membedakan antara pedagang dan pemulung.

Puluhan pedagang juga terlihat berbondong-bondong untuk memesan stand di lantai III dan IV di eks Gedung Matahari. “Iya di atas banyak pedagang yang akan mengontrak di lantai atas Gedung Matahari. Dan, sepertinya banyak yang berminat,” ujar Suharni, seorang pedagang baju yang juga ikut memesan tempat di Gedung Matahari.

Untuk mengetahui penyebab kebakaran, tim Labfor Mabes Polri Cabang Semarang dan Inafis Polrestabes Semarang menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi bekas kebakaran, Senin (11/5) siang. Penyelidikan berlangsung hampir dua jam tersebut, petugas berhasil membawa sejumlah barang bukti. Barang bukti tersebut nantinya akan dilakukan uji laboratorium guna mengetahui penyebab kebakaran.

Kepala Labfor Mabes Polri Cabang Semarang, Kombes Pol Setiyani Dwi Astuti, mengatakan olah TKP untuk mengenali barang bukti, mencari, mengumpulkan, dan mengamankan barang bukti. Di antaranya KWH meter, MCB, kabel-kabel bekas terbakar, motor kipas angin, dan steker listrik.

“Kami juga mengambil sampel beberapa abu yang berada di beberapa tempat di lokasi kejadian. Nanti akan kami periksa dengan alat GCMS,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (11/5), sekitar pukul 13.00.

Barang-barang tersebut nantinya akan diperiksa di laboratorium forensik dengan menggunakan alat Gas Chromatography Mass Spectrometry (kromatografi gas dan spektometer masa) atau disingkat GCMS. Pemeriksaan tersebut untuk membuktikan penyebab insiden kebakaran tersebut. Setiyani mengatakan, meski telah melakukan olah TKP, pihaknya belum dapat memastikan dan mengambil kesimpulan terkait penyebab kebakaran tersebut. Tapi ia menegaskan akan menyelesaikan pemeriksaan tersebut secepatnya.

“Sekarang kami sudah gunakan pembuktian secara ilmiah atau scientifik crime investigation. Untuk lamanya kami usahakan secepatnya. Apalagi ini tempat vital bagi masyarakat kota Semarang dan menjadi prioritas kami. Satu sampai dua hari akan diketahui,” jelas didampingi Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto.

Terkait beberapa tempat yang menjadi titik pemeriksaan, petugas juga menyisir beberapa tempat. Di antaranya di salah satu toko atau kios di lantai satu. Diduga toko tersebut adalah toko pakaian “Pada Suka”. “Tadi saya juga sudah sampai di lantai dua. Ada satu tempat yang kami ambil barang buktinya. Toko apa saya tidak tahu, tidak ada tulisannya. Pemilihan tempat itu berdasarkan keterangan saksi,” tukasnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi. Keduanya diketahui adalah seorang penjaga pasar dan pemilik toko.

“Kami sudah mintai keterangan dua orang.  Saksi dimintai keterangan terkait awal mula api sampai membesar. Untuk penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan Labfor,” katanya kemarin. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *