Pilkada: Balon PDIP Harus Punya Dana Besar

  • Whatsapp

PDIPSEMARANG, Jowonews.com– Sebanyak 16 balon kepala daerah dan balon wakil kepala daerah yang mendaftar di PDIP tidak mau menjalani tes wawancara. Pasalnya, mereka tidak memenuhi undangan DPD PDIP untuk datang dan menjalani tes wawancara di Panti Marhaen Senin (11/5) sampai Rabu (13/5).

Menurut Bendahara DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng, dari 174 balon yang mendaftar di DPC dan DPD PDIP, yang memenuhi undangan wawancara hanya 158 balon. Yang tidak datang ada yang memberikan alasan dan ada yang tidak memberi alas an. Mereka yang belum ikut tes wawancara, ada yang memberikan alasan, namun ada yang tidak memberikan alasan.

Bacaan Lainnya

“Bagi mereka yang tidak datang dengan alasan yang bisa kita diterima, akan diberi kesempatan untuk tes wawancara dalam beberapa hari ke depan. Yang belum datang wawancara diantaranya Pak Seno Samudra (Bupati Boyolali),” kata Agustina Wilujeng, Bendahara DPD PDIP Jateng, Kamis (14/5) kemarin.

Agustin mengatakan, tes wawancara ini adalah proses penjaringan tahap pertama calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Bagi yang sudah menjalani tes wawancara, berkasnya akan segera di kirim ke DPP.

Semua berkas dikirim semua, namun DPD akan mengusulkan empat nama balon di masing-masing daerah untuk menjadi nominator yang akan mendapatkan rekomendasi dari DPP. Empat nama itu  idealnya memang dua balon kepala daerah, dua lainnya balon wakil kepala daerah.

“Tapi kami hanya sekedar mengusulkan saja. Keputusan akhir adalah wewenang DPP. Bisa saja DPP akan setuju dengan usulan DPD, namun juga sangat mungkin DPP akan memiliki pilihan sendiri,” terangnya.

Dasar pemilihan empat nama balon ke DPP itu bukan hanyak hasil dari tes wawancara ini saja.  Ada beberapa hal yang juga akan dijadikan pertimbangannya, seperti hasil survai, balon memiliki jaringan banyak atau tidak, balon memiliki dana yang cukup atau tidak dan lain-lain.

“Hasil surveinya akan keluar akhir Mei ini. PDIP menyewa  lembaga survai yang independent.  Memang kita yang membiayai, namun yang disurvai bukanlah balon PDIP saja, namun semua balon yang sempat muncul di masing-masing daerah yang akan menggelar pilkada, baik itu balon PDIP maupun balon dari partai lain. Survai ini adalah untuk memotret keinginan masyarakat, serta mellihat elektablitas dan popularitas semua balon yang ada,”katanya.

Wakil Ketua DPD PDIP Jateng Bona Ventura mengatakan, balon yang mendaftar di PDIP tidak hanya dari PDIP saja, namun juga ada kader partai lain, seperti Partai Golkar, PKPB dan Partai Nasdem. Selain itu juga ada banyak pendaftar yang berangkat dari kalangan non kader partai, seperti dari akademisi, pengusaha, kontraktor petani dan lain-lain.

“Namun kami tidak membeda-bedakan dalam memberlakukan mereka saat tes wawancara ini. Semua diberlakukan sama. Tidak ada yang diistemawakan,” pungkasnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *