Bupati Kendal Ambil Formulir Cabup di PPP

  • Whatsapp

bupati-kendal-widya-kandi-susantiKENDAL, Jowonews.com – Dinamika politik di Kendal menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) 9 Desember semakin menarik. Langkah politik mengejutkan ditempuh Bupati yang juga Ketua DPC PDIP Widya Kandi Susanti. Secara mengejutkan dia ikut mengambil formulir pendaftara balon bupati di DPC PPP Kendal.

Hal itu dibeberkan Ketua DPC PPP Kendal, Taufiqullah. Menurutnya, di PPP ada delapan orang yang mendaftar sebagai balon. Enam mendaftar sebagai balon bupati dan dua orang mendaftar sebagai bacawabup.

Bacaan Lainnya

Enam yang mendaftar bacabup yakni, Widya Kandi Susanti (Bupati Kendal/Ketua DPC PDIP Kendal), Wiratno (Dandim 0715 Kendal), Mustamsikin (Wakil Bupati Kendal), Mirna Annisa (Ketua DPC Partai Gerindra), Muchamad Novel (Ulama di Kendal) dan Nurkhamid (Ulama di Kendal).

Sedangkan dua mendaftar sebagai  bacawabup di  PPP adalah Don Murdono (Mantan Bupati Sumedang), dan Rusmono Rudi Nuryawan (Pengusaha).

 “Dari delapan pendaftar, hanya satu yang tidak mengembalikan berkas. Yakni Don Murdono yang mendaftar sebagai cawabup. Sedangkan lainnya, seluruhnya mengembalikan berkas, termasuk Bupati Widya Kandi,” jelas Taufiq.

Menurutnya, partainya sejak awal memang membuka peluang bagi siapapun. Baik itu kader maupun kader dari parpol lain dan masyarakat umum. Mengingat, parpolnya dalam Pilkada Kendal ini butuh dukungan dari masyarakat untuk mengusung calon yang bisa mewakili seluruh masyarakat Kendal.

Taufiq mengaku tidak mempermasalahkan Widya yang mendaftar di PPP, meskipun PDIP telah mendirikan Koalisi Kendal Hebat (KKH). “Perihal siapa balon yang akan kami usung, akan kami lakukan test dan wawancara untuk disaring menjadi dua. Selanjutnya, dua yang lolos akan dimintakan rekomendasi ke DPW dan DPP PPP,” tuturnya.

Meskipun dimasuki oleh KKH, Taufiq mengaku jika partainya sampai saat ini masih solid dengan KKB. Makanya siapapun nantinya yang lolos sebagai cabup dari PPP akan diadu dengan cabup dari parpol lain yang menjadi anggota KKB. Sebab, cabup dan cawabup sebenarnya nanti akan diputuskan bersama seluruh parpol anggota KKB.

Sementara Widya saat dikonfirmasi masih enggan membeber parpol mana saja yang akan ia ajak untuk berkoalisi di Pilkada 2015. Begitupun siapa cawabup yang akan mendampinginya jika rekomendasi parpol akan turun nantinya.

“Nantilah, tunggu saja tanggal mainnya. Semua juga pasti akan tahu pada waktunya, dan saya akan memberikan kejutan,” tandasnya.

Widya mengatakan, sejauh ini pihaknya tinggal menunggu rekomendasi dari DPP PDIP pusat. Setelah sebelumnya ia bersama calon lainnya yang mendaftar di DPC PDIP menjalani tes dan wawancara di DPD PDIP Jateng.

 “Optimis mendapatkan rekomendasi, karena kebijakan parpol diutamakan kader dan pengurus parpol. Kalau tidak ketua atau sekretaris DPC,” jelasnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *