Muhammadiyah Diajak Berani Berpolitik

  • Whatsapp

logo muhammadiyahSEMARANG, Jowonews.com – Guru Besar (Gubes) Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Prof Dr Bahtiar Effendy mengajak organisasi Islam Muhammadiyah di Indonesia untuk berani berpolitik. Dimana politik dengan mendukung kebijakan publik yang mensejahterakan masyarakat.

Mengingat sebenarnya organisasi Islam Muhammadiyah ini sangat luar biasa bila dilihat dari sumber daya manusianya (SDM). Hal ini seperti yang disampaikan oleh Prof Bahtiar,yang juga pakar politik UIN Jakarta saat menjadi pembicara di Seminar “Pra Muktamar Muhammadiyah Ke-47” di Kampus Unimus Jalan Kedungmundu Raya, Kamis (14/5) kemarin.

Bacaan Lainnya

“Saya yakin, Muhammadiyah sebenarnya bisa menjadikan ‘politik sebagai amal usaha’. Karena rakyat Indonesia banyak yang miskin gara-gara kebijakan negara yang tidak berpihak kepadanya, dan saatnya Muhammadiyah perlu melakukan perubahan dan revolusi hati,” katanya, kemarin.

Hadir dalam acara ini Dr Djoko Setyo Hartono salah satu dosen Unimus yang juga pengamat ekonomi, Prof Dr Muhadjir Effendy dan Drs Rosihan MAg dari beberapa pengamat pendidikan dan politik Unimus, serta dihadiri Pimpinan Pusat Muhamamdiyah Ahmad Dahlan Rais dan Rektor Unimus Prof Jamaluddin Darwis.

Pengamat Ekonomi Unimus, Dr Djoko Setyo Hartono menilai selama ini kebijakan publik untuk kesejahteraan rakyat di Indonesia tidak maksimal. Masa pemerintahan Jokowi-JK pun sekarang juga sudah tidak berpihak kepada rakyat. “Hal ini terbukti dengan kebijakan presiden dengan menaikkan berbagai kebutuhan semuanya serba naik. Apakah ini boleh dibilang kebijakan untuk kesejahteraan rakyat,” tanyanya.

Pimpinan Pusat Muhamamdiyah, Ahmad Dahlan Rais sangat mendukung kegiatan Muktamar Muhamamdiyah ke-47 ini bisa diisi dengan berbagai hal tentang kritikan untuk pemerintah. Pra Muktamar Muhammadiyah yang sebentar lagi datang di wilayahnya tergolong adem ayem. “Muktamar Muhammadiyah di kita memang jauh dari publikasi dan harapan kedepannya muktamar nanti berjalan tetap sederhana,” pungkasnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *