Politik Uang Rp 50 Ribu Rendahkan Martabat

  • Whatsapp

wpid-94894-korupsi-tersangkut-wabup-cirebon-dinonaktifkan-dari-pdi-perjuangan.jpgDEMAK, Jowonews.com – Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Demak 9 Desember mendatang, persaingan antarpasangan bakal calon makin ketat. Meski demikian, jangan sampai hanya karena perbedaan pilihan politik memecah belah persaudaraan ditengah kehidupan bermasyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Demak Dachirin Said, disela mengisi pendidikan politik bagi tokoh masyarakat yang digelar Kantor Kesbangpolinmas Pemkab Demak di Gedung Bina Praja, Pendopo Kabupaten, Kamis (14/5) kemarin.

Bacaan Lainnya

Menurut bupati, pilkada serentak tersebut sebetulnya menjadi momentum strategis bagi daerah-daerah di Jateng dalam melaksanakan sistem demokrasi, termasuk Demak.

“Karena itu, dalam pilkada ini nilai-nilai agama harus tetap menjadi acuan kita. Jangan karena beda pilihan menjadi pecah belah. Kalau di daerah lain seperti Kota Semarang sudah ribut dengan segala persiapannya. Sebaliknya, di Demak ini justru tenang-tenang saja atau boleh dibilang setengah urip (hidup). Alhamdulillah, suasana tetap kondusif. Ini peran semua elemen masyarakat,”jelas bupati.

Menurutnya, gelaran Pilkada di Demak telah dianggarkan senilai Rp 22 miliar. Dengan dana yang besar itu, pilkada harus disukseskan. “Politik secara teori itu sebuah seni meraih kekuasaan. Meski demikian, harus tetap mendasarkan pada etika, kecerdasan emosional dan spiritual sekaligus. Karenanya, jangan sampai ada money politics. Hanya karena uang Rp 50 ribu, martabat bisa menjadi rendah gara-gara dinilai dari uang, ”katanya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *