Komitmen Pemprov Rendah, Anggaran Kesehatan Turun Rp 30 M

  • Whatsapp
Gd.Kantor Gubernur dan Gd Berlian/ DPRD Jateng, foto: www.budiono.heck.in
Gd.Kantor Gubernur dan Gd Berlian/ DPRD Jateng, foto: www.budiono.heck.in
Gd.Kantor Gubernur dan Gd Berlian/ DPRD Jateng, foto: www.budiono.heck.in

SEMARANG, Jowonews.com – Komitmen Pemprov Jateng untuk program kesehatan patut dipertanyakan. Pasalnya anggaran untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) pada tahun 2016 dipastikan mengalami penurunan dratis bila dibanding tahun 2015.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo, anggaran dinas kesehatan pada tahun 2016 akan dialokasikan Rp 140 miliar. Anggaran tersebut mengalami penurunan bila dibanding anggaran dinas kesehatan pada tahun 2015 yang mencapai Rp 173 miliar.

Bacaan Lainnya

Tidak tanggung-tanggung, penurunan jumlah anggaran di dinkes itu mencapai kurang lebih Rp 30 miliar. “Kita akan melakukan pendekatan ke hulu, karena kita butuh dana besar. Pada tahun 2016 kita hanya akan diberi anggaran Rp 140 miliar,”ungkapnya dalam rapat koordinasi dengan Komisi E DPRD Jateng, kemarin.

Penurunan anggaran dinas kesehatan itu disayangkan oleh Yulianto. Sebab, pada tahun 2014 saja banyak indikator program kegiatan di dinkes yang belum bisa tercapai/gagal. Sehingga sebenarnya dibutuhkan dana besar. “Harusnya anggaran di dinas kesehatan dengan rumah sakit itu harus seimbang. Tapi kita selama ini hanya mendapatkan 15% dari anggaran rumah sakit,”paparnya.

Dibeberkannya, pada tahun 2014 indikator yang belum bisa tercapai antaralain kegiatan Dinkes yang sifatnya lebih banyak pembinaan dan pengawasan terhadap kabupaten/ kota.

Masalah penjadwalan waktu menjadi persoalan tersendiri. “Memang kita sudah menjadwalkan. Tapi harus ada penyesuaian waktu dengan kabupaten/kota. Misalnya harusnya dilaksanakan bulan April, tapi baru bisa dilaksanakan bulan Mei,”katanya.

Kedua adalah terkait pendataan Jamkesda. Alokasi Rp 41 miliar untuk mengcoverr 175 ribu jiwa. Data dari kabupaten/kota akhir Februari harusnya selesai. Tapi ternyata mundur bulan April. “Itu pun baru 137 ribu.  Itu yang sudah di keluarkan Surat Keputusan (SK)-kan bupati/walikota. Dan ini juga sudah ada MoU antara bupati/walikota dengan /gubernur,”ujarnya.

Kondisi inimenyebabkan tertunda, yang seharusnya bulan April, tapi mundur karena pendataan. Sehingga sekarang ini masih ada kuota yang akan kita tawarkan untuk melengkapi. Kalau kabupaten/kota bersangkutan tidak mampu, akan ditawarkan daerah lain.

Ketiga masih menurut Yulianto, terkait kejadian bencana. Anggaran bencana tidak terserap kalau tidak ada bencana. “Alhamdulilah 2015 bencana sedikit bila dibanding 2014. Keempat kaitannya kunjungan pasien. Dimana penyerapan makan minum tergantung kunjungan. “Harapan kita masyarakat sehat sehingga kunjungan ke rumah sakit menurun”katanya.

Lebih lanjut juga disampaikan, untuk evaluasi pelaksanaan anggaran 2015 yang mencapai Rp 173 miliar, itu dipergunakan untuk 8 program dengan 59 kegiatan.

Dari 59 kegiatan itu sekarang sedang berjalan semua. Tidak ada yang tidak jalan. “Sampai April target pelaksanaan 25 persen. Tapi secara fisik sudah 31 persen. Namun realisasi keuangan belum semua bisa dicapai. Tapi secara fisik sudah,”pungkasnya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *