Pembatik Temanggung Kembangkan Produk dengan Pewarna Alam

  • Whatsapp

batik-pekalonganTemanggung, Jowonews.com – Sejumlah pembatik di Temanggung, terus berkreasi mengembangkan produk dengan pewarna alam yang terdapat di daerah tersebut dan cenderung ramah lingkungan. Pemilik Batik Larasati Temanggung Lily Setiawati mengatakan batik tulis warna alam yang diproduksinya merupakan hasil kreativitas orang Temanggung asli.

Menurutnya, melalui produk batik warna alam ini kami ingin berperan sera mengembangkan batik lokal yang ramah lingkungan. Harga batik warna alam sekitar Rp350 ribu hingga Rp2,5 juta per lembar tergantung kerumitan motif dan bahan kain yang digunakan. Paling mahal adalah yang menggunakan kain sutera.

Bacaan Lainnya

Lily menyebutkan pewarna alam yang digunakan antara lain dari kayu mahoni, duwet, daun jati, daun kopi, daun marenggo, sabut kelapa, dan kulit manggis. “Bahan-bahan tersebut cukup mudah kami dapatkan di Temanggung. Pewarna kami buat sendiri dengan memanfaatkan potensi lokal Temanggung,” katanya, Ahad (31/5) di Temanggung.

Motif batik yang dikembangkan juga merupakan khas Temanggung, antara lain dengan corak tembakau, kopi, prasarti Gondosuli, Situs Liyangan, dan Candi Pringapus. Menurut dia hasil karyanya justru banyak diminati masyarakat luar Temanggung bahkan luar negeri.

“Batik warna alam yang terlihat kurang cerah ini tidak semua orang suka, penggemarnya terutama mereka yang benar-benar mengerti soal batik dan memiliki uang karena harga batik warna alam lebih mahal dibanding batik dengan warna kimia,” jelasnya. (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *