Salahkan Masyarakat dan Hari Besar, Pertamina Dianggap Ngawur

  • Whatsapp
Masih Langka : Seorang penjual gas tiga kiloan menuliskan 'gas habis' di dagangan yang kosong. Sudah lebih dari sepekan ini gas tiga kiloan langka di Salatiga.
Masih Langka : Seorang penjual gas tiga kiloan menuliskan ‘gas habis’ di dagangan yang kosong. Sudah lebih dari sepekan ini gas tiga kiloan langka di Salatiga.

SEMARANG, Jowonews.com – Alasan Pertamina bahwa kelangkaan gas LPG 3 kg di Jateng sekarang ini karena banyak orang punya hajatan dinilai sebagai alasan yang ngawur. Bahkan orang Pertamina dianggap tidak paham pengelolaan LPG.

“Ngawur itu. Masak alasan kok banyak orang punya hajatan karena mau datang bulan puasa. Berarti yang ngomong itu tidak paham pengelolaan LPG. Jangan mencari aman dengan menyalahkan rakyat seperti itu,”tegas anggota Komisi B DPRD Jateng Riyono, Minggu (31/5).

Bacaan Lainnya

Pernyataan Riyono itu menanggapi apa yang disampaikan Manajer Domestic Gas Region IV, Y. Hardjono, Kamis (28/5). Dia menyampaikan kelangkaan tabung elpiji 3 kg karena ulah oknum yang melakukan penimbunan. Apalagi, katanya, hal itu ditambah maraknya masyarakat menggelar hajatan pada Mei-Juni yang bertepatan dengan Rajab dan Sya’ban.

“Menyambut Ramadan ini, masyarakat juga menambah persedian stok. Kondisi itu terjadi karena mereka panic buying, akhirnya menyetok barang,” terangnya.

Menurut Riyono, apa yang disampaikan pejabat pertamina itu tidak pas. Pejabat pertamina itu dianggap tidak paham pengelolaan LPG. Alasan yang disampaikan tidak ilmiah sama sekali.”Kalau buat alasan ya agak ilmiah sedikit begitu lho. Alasan banyak hajatan itu kan tidak ilmiah sama sekali,”tegasnya.

Kalau alasannya ngawur dan tidak ilmiah seperti itu, berarti pertamina tidak memiliki perencanaan yang baik. “Kalau alasannya hari besar, itu seharusnya juga sudah difikirkan sejak bulan Januari,”katanya.

Disampaikannya, bicara LPG, sebenarnya bicara sumbernya dulu. Selama UU Migas tidak diubah, maka problem pngelolaan gas itu tidak akan selesai.

Efeknya ketersediaan gas untuk konsumsi masyarakat jadi pertanyaan kita. “Masyarakat itu tidak tahu berapa stok LPG 3 kg untuk 1 tahun kedepan. Persediaan hari-hari besar pasti sudah dihitung. Misalnya di Semarangg menjelang lebaran kebutuhan pasti 2 kali llipat,”paparnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *