Marmo Prihatin Banjir Kanal Barat Tidak Terawat

Festival Budaya HUT RI ke 70
Festival Budaya HUT RI ke 70
Festival Budaya HUT RI ke 70
Festival Budaya HUT RI ke 70

SEMARANG, Jowonews.com – Kondisi bantaran sungai Banjir Kanal Barat (BKB) yang sekarang terlihat kotor cukup memprihatinkan. Mengingat sebelumnya BKB masih tertata dengan rapi, bersih, dan menjadi pemandangan yang indah.

Berdasar pantauan, saat ini BKB terlihat kotor dan banyak rumput liar tumbuh di sepanjang bantaran tanpa adanya perawatan dari pihak terkait.

Bacaan Lainnya

Hal itu semakin diperparah dengan lampu penerangan banyak yang padam tanpa ada pengecekan secara berkala. Padahal potensi wisata BKB sangat besar. Setidaknya bisa sebagai sarana masyarakat Kota Semarang untuk melepas penat.

Keprihatinan ini disampaikan oleh Soemarmo Hadi Saputro, mantan Walikota Semarang saat berkunjung ke Festival Pasar Apung di BKB, Senin (17/8).

“Tujuan saya kesini sebenarnya untuk melihat kegiatan yang dilaksanakan komunitas Semarang (Festival Pasar Apung). Ini luar biasa, kegiatan ini bisa menyedot animo masyarakat begitu banyak. Tapi terus terang saya agak prihatin melihat kondisi BKB. Dulu saya bangun tempat ini bersama pak Bibit (Gubernur Jateng saat itu Bibit Waluyo), dari Jatibarang sampai muara. Ketika jadi begitu bersih, tertata rapi dan apik. Tapi sekarang ko kotor, gulma-gulma (rumput liar) tumbuh subur tanpa ada pemangkasan,” katanya.

Jika memang diberi amanah masyarakat memimpin kembali Kota Semarang, Marmo, sapaan akrab Soemarmo, akan bekerjasama dengan provinsi dan melibatkan swasta untuk merawat bantaran BKB. “Saya ajak kerja bakti bareng-bareng agar BKB kembali bersih dan rapi. Jangan sampai seperti sekarang ini, tak terurus,” kata mantan Sekda Kota Semarang itu.

Selain menyoroti rumput liar, Marmo juga prihatin dengan lampu penarangan di sepanjang bantaran BKB yang juga tanpa ada perawatan. Banyak lampu yang tidak menyala dan dibiarkan begitu saja.

“Harusnya disini terang benderang. Termasuk tempat duduk bagi pengunjung yang masih minim. Boleh lah sekarang ada tanggul yang bisa diduduki, tapi itu kan kalau anak kecil justru bahaya. Ke depan harus ada shelter-shelter biar tidak panas. Ini aset yang mahal, BKB harus dioptimalkan,” imbuhnya.

Susilowati, 42, warga Banyumanik juga berharap Soemarmo terpilih kembali menjadi Wali Kota. Menurutnya, pembangunan BKB bisa menjadi seperti sekarang ini adalah hasil kerja Soemarmo. “Semoga bisa meneruskan progamnya, menata lagi Kota Semarang,” tandasnya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *