Hendak Tawuran, Puluhan Pelajar Lari Lihat Petugas

  • Whatsapp

SEMARANG,Jowonews.com – Aksi kejar-kejaran antara puluhan pelajar dengan aparat Polsek Gayamsari, aktivis Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM), TNI, dan warga sekitar, terjadi di Jalan Dr Cipto, Semarang, Jumat (18/9) sore.

Bahkan, dalam aksi kejar-kejaran tersebut beberapa pelajar diduga membuang senjata tajam jenis gobang. Hal itu setelah petugas mendapati beberapa senjata tajam tergeletak di jalan.

Informasi yang dihimpun, puluhan pelajar tersebut berjumlah 50 sampai 60 orang. Mereka merupakan gabungan dari beberapa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Semarang, seperti SMK Pelita Semarang, SMK 5 Semarang dan SMK 17 Semarang.

Diduga puluhan pelajar gabungan tersebut hendak terlibat tawuran dengan menyerang salah satu sekolah yang berada di Jalan Dr Cipto Semarang. Dalam peristiwa tersebut, 10 pelajar terpaksa diamankan ke Mapolsek Gayamsari untuk dimintai keterangan.

Kapolsek Gayamsari, Kompol Dili Yanto, saat dikonfirmasi mengatakan sebelum peristiwa itu terjadi, pihaknya menerima informasi akan adanya tawuran pelajar. Mendapat informasi tersebut, pihaknya kemudian melakukan antisipasi dengan mengadakan patroli.

“Ada informasi ke kami dari kemarin. Lalu kami lakukan antisipasi dengan berpatroli. Tadi waktu anggota patroli, mereka bubar. Tapi setelahnya berkumpul. Terus kami dan TNI datang ke lokasi. Di sana ada sekitar 50-an pelajar,” katanya kepada Jateng Pos, Jumat (18/9) sore.

Dili memaparkan, saat petugas berada di lokasi, beberapa pelajar ada yang berusaha melarikan diri. Kemudian dikejar oleh petugas dan dibantu warga sekitar. Sementara beberapa pelajar berusaha menghindar dan berpura-pura tenang. Setelah dilakukan pemeriksaan di tas para pelajar. Petugas mendapati beberapa peralatan yang tak lazim dibawa pelajar, seperti sabuk dengan ujung bergantung gear sepeda motor. Selain itu, di lokasi kejadian juga ditemukan parang atau gobang yang diduga dibuang oleh pelajar.

“Di lokasi ditemukan juga senjata tajam. Tergeletak di jalan, tapi tidak diketahui pemiliknya. Terus ada empat sepeda motor yang ditinggal kabur pemilik. Semuanya kami amankan ke polsek bersama 10 pelajar,” ungkap Dili yang juga mengatakan kalau dari beberapa pelajar tersebut ternyata ada yang sudah lulus. “Katanya solidaritas,” sambung Dili.

Sementara itu, seorang pelajar yang ikut digelandang ke Mapolsek Gayasari membantah jika dirinya memiliki senjata atau alat yang biasa digunakan untuk tawuran. Pelajar berinisial Rf juga mengaku kalau tidak tahu kalau akan ada tawuran. Ia juga mengatakan kalau dirinya sedang berada di bengkel untuk menambal ban sepeda motor. “Saya di bengkel, tambal ban. Tidak tahu soal tawuran. Saya itu tadi mau pergi futsal, lha kok malah ditangkap,” ujarnya.

Hingga petang kemarin, para pelajar yang diamankan tersebut masih dimintai keterangan di Mapolsek Gayamsari. Mereka juga mendapatkan pembinaan usai didata oleh petugas. “Kami data dan berikan pembinaan kepada para pelajar tersebut,” pungkas Dili Yanto.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *