Pencurian Hewan Kurban Membuat Pedagang Resah

  • Whatsapp

KENDAL,Jowonews.com—Penjual hewan kurban yang berada di Kaliwungu, resah akan aksi pencurian hewan kurban yang mulai marak terjadi. Sebab, sudah ada dua tempat penjualan hewan kurban telah disatroni kawanan pencuri spesialis hewan kurban.

Informasi yang dihimpun, kawanan pencuri biasanya datang pada pagi dini hari. Yakni sekira pukul 02.00-04.00 WIB. Pencurian mudah dilakukan, lantaran rata-rata tempat penjualan hewan kurban terbuka dan minim penjaga.

Dua lokasi penjualan hewan kurban yang disatroni pencuri yakni milik Nasarudin di Jalan Sekopek dan Sugiyo di Jalan Plantaran. Keduanya mengaku telah kehilangan satu ekor kambing.

“Baru kali ini, padahal pengalaman tahun-tahun kemarin tidak serawan seperti sekarang ini. Pencurian hewan kurban ini terjadi dua hari yang lalu, satu kambing milik saya hilang dicuri,” kata Nasarudin, Jumat (18/9).

Dia mengatakan, lokasi penjualan hewan kurban miliknya berada di belakang Warung Sate Sholikin Jalan Sekopek. Para pencuri diduga sudah menguasai lokasi, karena tempat penjualan hanya dipagari bambu. Selain itu, berdekatan dengan kebun yang terbuka, sehingga mudah diincar dari sisi manapun.

Dia mengakui, tempat selain terbuka juga hanya berbentuk kandang terbuka dengan hewan kurban yang hanya diikat di tiang-tiang bambu atau kayu. Sehingga dapat dengan mudah bagi pencuri masuk ke kandang, kemudian membawa kabur hewan kurban yang tersedia,” tuturnya.

Ia mengaku, saat ini hanya memiliki dua orang penjaga malam. Itupun berjaga secara bergantian. Sehingga kemungkinan lengahnya banyak karena harus menjaga sapi dan kambing dalam jumlah banyak. Selain itu, mereka petugas juga berkewajiban memberikan makan sapi dan kambing pada malam hari.

Saat ini, jumlah hewan kurban yang dia jual jenis kambing ada sekitar 80 ekor dan sapi 10 ekor. Kendati demikian, dirinya belum melaporkan kejadian pencurian tersebut ke polisi. “Kami perlu berhati-hati dan mewaspadai aksi pencurian,” lanjut dia.

Sementara Kapolsek Kaliwungu, AKP Setya Adi Nugraha mengaku belum menerima laporan terkait pencurian hewan kurban. Kendati demikian, pihaknya akan melakukan tindakan antisipatif dengan mengistuksikan anggotanya supaya berpatroli secara rutin.

“Kami akan mendata jumlah penjual hewan kurban di Kaliwungu khususnya, dan berkoordinasi dengan penjual serta pihak-pihka terkait. Hal itu guna memberikan pengamanan dan kenyamanan bagi masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha,” tandasnya.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *