Oleng, Truk Tangki Gandengan Nggoling

  • Whatsapp
Ilustrasi Truk Tabrakan. (Foto : IST)
Ilustrasi Truk Tabrakan. (Foto : IST)

BOYOLALI, Jowonews.com – Kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan Solo-Semarang, tepatnya di dekat jembatan tanjakan Tompak, Dukuh Gatak, Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Boyolali Sabtu (19/9). Truk tangki gandengan terguling setelah oleng kemudian menabrak pembatas jalan dan tiang listrik. 

Tak ada korban jiwa maupun luka. Namun gandengan terguling di tengah jalan dan sempat membuat macet jalur utama Solo-Semarang itu hingga sekitar 2 km. Bahkan, hingga sore hari arus lalulintas di sekitar tempat kejadian perkara masih padat dan terjadi antrian panjang. 

Bacaan Lainnya

Informasi Jowonews menyebutkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.30. Bermula saat truk tangki gandengan AD 1842 EF yang dikemudikan Ahmad Basari (47) warga Jalan Bintoro, Pandeyan Lamper, Gayamsari, Semarang itu melaju dari arah Semarang menuju Solo. 

Sesampainya di lokasi kejadian, di jalan menurun tajam itu ada truk melaju berurutan dengan kendaraan lainnya. Sopir truk mengerem untuk memperlambat lajunya. Tiba-tiba laju truk gandengan yang mengangkut tetes tebu itu oleng ke kiri hingga menabrak pembatas jalan dan tiang listrik. Akibatnya, gandengan terlepas dan terguling di tengah jalan. Sementara bagian depannya, tidak sampai terguling. 

Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono melalui Kasatlantas AKP Yuna Ahadiyah mengatakan, tak ada korban jiwa maupun luka dalam kecelakaan tersebut. “Gandengannya terlepas dan terguling di badan jalan,” kata Yuna Ahadiyah. 

Akibat kejadian tersebut, arus lalulintas sempat macet. Tak hanya petugas unit laka yang langsung mendatangi lokasi kejadian. Sejumlah anggota Satlantas Polres Boyolali langsung digerakkan ke lokasi kejadian dan sekitarnya untuk mengurai kemacetan. “Kami langsung terjunkan anggota ke lokasi untuk mengatur lalulintas agar tidak sampai macet total,” ujarnya. 

Gandengan truk tangki yang semula terguling di tengah jalan pun dipinggirkan. Sehingga arus lalulintas bisa terus melaju di lokasi kejadian, meski harus pelan-pelan. Untuk mengevakuasi gandengan itu, Satlantas juga mendatangkan crane atau derek besar. “Kami juga langsung datangkan tangki air untuk menyemprot jalan yang penuh dengan tumpahan tetes tebu. Kami semprot agar tak licin,” tandas Yuna. (JN01)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *