Pemkab Abaikan Warga, Lebih Suka Ngopeni JKB

  • Whatsapp
Pabrik Evercoss Semarang
Ilustrasi Pabrik Evercoss (Foto : Portal Satu)

UNGARAN, Jowonews.com – Ratusan warga Wringin Putih, Karangjati Kabupaten Semarang menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang menutup CV Jati Kencana Beton (JKB). Alasannya pabrik ini telah mengganggu lingkungan warga sekitar pabrik.

Selain itu perusahaan beton curah ini mengakibatkan polusi debu dan suara. Seperti diungkapkan oleh warga Wringin Putih, Sukarso selama ini proses produksi pabrik JKB selalu mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pasalnya debu yang ditimbulkan dari proses pemecahan batu mencemari lingkungan masyarakat. Selain itu suara yang ditimbulkan mengganggu istirahat malam warga sekitar. “Setiap hari warga harus menyapu dan mengepel minimal tiga kali. Karena debu masuk ke rumah. Selain polusi suara menggangu warga sekitar yang saat istirahat malam. Kami sudah terganggu dengan adanya pabrik ini,” tegas Sukarso, Senin (21/9).

Sukarso dan warga sekitar menduga pemerintah Kabupaten Semarang ada kong-kalikong dengan perusahaan JKB. Pasalnya surat keluhan yang dilayangkan warga Wringin Putih ke Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Semarang dari tahun 2011 lalu tidak pernah mendapat tanggapan positif dan justru seperti pembiaran JKB beroperasi.

“Kalau akan mendirikan usaha pasti ada izin lingkungan dan lokasi, termasuk keterlibatan persetujuan warga sekitar. Kami menduga tanda tangan warga yang dipalsukan untuk membuat surat izin pabrik,” ujarnya. Pemkab juga dinilai senngaja mengabaikan warga dan memilih ngopeni JKB yang banyak duitnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPPTSP),  Kabupaten Semarang Valeanto Sukendro membantah tudingan warga. Menurutnya tidak ada surat dari warga yang telah dipalsukan.

Dia berkilah izin lokasi dan izin gangguan seluruhnya telah diklarifikasi oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Semarang. “Setiap izin lingkungan BLH selalu akan mengkaji, mengklarifikasi warga sekitar yang menyetujui adanya kegiatan tersebut,” ujarnya.

Sukendro juga menyatakan lokasi pabrik JKB memang berada di lokasi yang saat ini digunakan, bukan di daerah gunung Mergi. Selain itu lokasi yang saat ini  digunakan JKB bukan danau seperti persepsi warga Wringin Putih. “Informasi yang saya dapat itu bukan danau, melainkan tanah yang lebih rendah dari daerah sekitarnya atau cekungan, sehingga saat musim hujan air masuk ke cekungan ini,” katanya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *