Calhaj Asal Solo yang Meninggal di Mekkah Capai Lima Orang

  • Whatsapp
DPR: Sulitnya Turunkan Biaya Haji
DPR: Sulitnya Turunkan Biaya Haji
DPR: Sulitnya Turunkan Biaya Haji
DPR: Sulitnya Turunkan Biaya Haji

Solo, Jowonews.com – Calon haji asal Embarkasi Solo, Jawa Tengah yang meninggal dunia di Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi hingga empat hari usai kegiatan pemberangkatan, bertambah lima orang.

Sebagaiaman menurut data Sistem Komputerisasi Haji Kesehatan (Siskohajkes) di asrama Donohudan Boyolali, Selasa sekitar pukul 07.30 WIB, jumlah anggota jamaah asal Embarkasi Solo meninggal bertambah lima orang sehingga totalnya menjadi 14 orang.

Bacaan Lainnya

Kelima anggota jamaah Embarkasi Solo yang meninggal di Tanah Suci yakni Sajudi Mustoredjo (79) asal Kabupaten Magelang tergabung Kloter 30; Gatot Wagiman Noto (70) asal Kabupaten Wonosobo Kloter 33; Chotimah Mustofa Maufur (67) asal Kabupaten Grobogan Kloter 57; Marsudi Onggo Dikromo (78) asal Kabupaten Magelang Kloter 31 dan Sutiyah Nurdi Dullah (60) asal Kabupaten Magelang tergabung Kloter 30.

Kepala Subbagian Humas PPIH Embarkasi Solo Gentur Rachma Indriadi mengatakan, dengan bertambahnya lima jamaah meninggal dunia di Tanah suci tersebut totalnya menjadi 14 orang dan ditambah satu di Tanah Air sehingga menjadi 15 orang.

Gentur menjelaskan, kelima anggota jamaah haji yang meninggal di Tanah Suci tersebut kebanyakan penyebabnya karena sakit gangguan pernafasan dan jantung. Kelima anggota jamaah itu, sudah dimakamkan di tempat pemakaman Sha Raya’a Makkah Arab Saudi. “14 calhaj yang meninggal di Tanah Suci itu, termasuk satu orang yang terkena musibah jatuhnya alat ‘crane’ beberapa waktu lalu,” kata Gentur.

Menurut Gentur, kegiatan jamaah Embarkasi Solo baik gelombang baik pertama maupun kedua di Tanah Suci Arab Saudi, pada Selasa ini, sedang perjalanan menuju ke Arafah persiapan melakukan wukuf. Jamaah gelombang satu setelah usai menjalankan Wukuf atau puncaknya kegiatan haji tersebut kemudian langsung persiapan pulang ke Tanah Air menuju Bandara King Abdul Azis Jedah.

Namun, rombongan haji gelombang dua usai wujuf menuju ke Madinah untuk menjalankan shalat Arbai’n atau kebalikan dari jamaah gelombang satu.

Shalat Arba’in cukup dikenal oleh masyarakat haji Indonesia, yaitu shalat berjamaah sebanyak 40 kali berturu-turut di Masjid Nabawi Madinah. Setelah itu, jamaah haji gelombang dua persiapan pulang di Tanah Air.

Gentur menjelaskan, kedatangan rombangan haji kloter pertama di Bandara Adi Soemarmo Boyolali, rencananya Jumat (29/9) sekitar pukul 02.40 WIB. Setibanya bandara langsung dibawa ke gedung Muzdalifah di asrama Donohudan untuk dilakukan upacara serah terima kepoada petugas daerah. (JN03/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *