Calhaj Risti Banyak, Pemerintah Perlu Antisipasi

  • Whatsapp

Kunjungan Fikri di BPIH Mekkah.Mekkah, Jowonews.com – Abdul Fikri Faqih, Anggota Komisi VIII DPR RI menyebutkan, pemerintah perlu sigap layani jamaah haji berisiko tinggi (risti). Dari pantauan yang dilakukan oleh legislatif yang terpilih dari Dapil Jawa Tengah IX ini, petugas cukup kewalahan melayani jamaah risti yang tidak sedikit jumlahnya. Sebanyak 64,5% jamaah haji Indonesia adalah jamaah dengan risiko tinggi.

Jamaah dikatakan risti jika yang bersangkutan sudah berusia 60 tahun dan atau menderita penyakit tertentu, misalnya jantung, tekanan darah tinggi, dan Diabetes Mellitus (DM). Dengan demikian, mungkin saja terdapat jamaah risti yang berusia kurang dari 60 tahun karena yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit tertentu dan butuh pengawasan intensif. Jamaah semacam ini perlu diberikan pelayanan khusus agar yang bersangkutan tetap bisa menjalankan ibadah haji di tanah suci.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya pengawasan intensif yang dibutuhkan para jamaah risti tetapi juga dalam memperoleh obat-obatan yang mereka butuhkan. Selama ini, menurut Fikri, yang menjadi persoalan adalah mendapatkan obat-obatan yang susah karena tidak masuk dalam system. Ke depan, perbaikan sistem ini diperlukan agar mereka mudah untuk mengaksesnya.

Lebih lanjut, Fikri ketika berkunjung ke BPIH Mekkah (19/9) dalam rangka meninjau persiapan rangkaian ibadah haji di Arofah – Muzdalifah – Mina mengatakan, rangkaian tersebut merupakan yang paling menguras fisik jamaah karena harus melalui dua hari satu malam dengan istirahat yang minim.

Ia berharap tahun 2016 mendatang pemerintah Arab Saudi menepati janjinya dalam memberikan kuota jamaah haji sebesar 210 ribu jamaah ditambah 20 ribu sehingga jumlahnya menjadi 230 ribu jamaah sesuai keterangan yang disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin.

“Jika daftar tunggu jamaah masih 20-25 tahun, berarti di tahun-tahun mendatang jumlah lansia akan semakin banyak dan persentase Risti akan semakin tinggi. Dengan daftar tunggu yang terpangkas, persentase tersebut akan menjadi lebih kecil,” kata Anggota Fraksi PKS ini, dalam siaran persnya, Selasa (22/9). (JN03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *