Marmo Merasa Semua Hasil Kerjanya, Tapi Banyak Programnya tak Terlaksana

  • Whatsapp

marmoSEMARANG, Jowonews.com – Calon Walikota Semarang Soemarmo HS merasa program infrastruktur dan sosial yang telah dirancang setelah dirinya tidak menjabat Walikota tidak bisa terlaksana dengan baik. Disisilain sejumlah program yang berhasil justru diklaim sebagai pencapaian orang lain.

Hal itu diungkapkan Soemarmo dialog dan temu kangen bersama Tim 11 dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Banyumanik, di Balai RW 6, Kelurahan Ngesrep, Selasa (22/9).

Bacaan Lainnya

Dialog dan temu kangen tersebut dihadiri ratusan warga dari Kelurahan Ngesrep dan Kecamatan Banyumanik. Mereka berharap Soemarmo bersama Zuber Safawi menang dalam Pilwalkot 9 Desember mendatang. Sebagian besar mereka adalah pendukung setia Marmo, sapaan akrab Soemarmo, ketika Pilwalkot 2010 lalu.

“Yang namanya pengganti kan ya hanya meneruskan saja,” terang Yasin, 44, warga RT 3 RW 4, Kelurahan Ngesrep usai mengikuti dialog tersebut.

Menurutnya, Soemarmo itu baik orangnya, bijaksana, dan berwibawa. “Dulu tersandung masalah itu karena politik saja. Padalah programnya bagus, kalau direalisasikan bisa membuat Kota Semarang maju, tapi setelah ditinggal pak Marmo, penggantinya cuma meneruskan saja, tapi juga tidak tuntas,” tegasnya.

 Kegiatan dialog begitu interaktif, selain menumpukan sejumlah harapan, warga juga memberikan masukan kepada mantan Sekda Kota Semarang itu. Seperti yang masalah tunjangan operasional untuk RT/RW yang telah dihapuskan. Padahal saat kepemimpinan Soemarmo, tunjangan itu ada. Para pengurus RT/RW pun berharap agar bantuan tersebut kembali ada.

“Tunjangan operasional RT/RW kalau bisa ada lagi pak, selain itu juga pengurusnya juga, karena juga sebagai pendukung kinerja RT/RW,” terang bu Puguh, warga RW 6, Kelurahan Ngesrep.

Mendapat masukan itu, Soemarmo berencana menjadikan RT/RW memiliki badan hokum. Sehingga bantuan operasional tersebut bisa dikelola sendiri.

Termasuk dalam pembangunan fisik melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang), yang selama pengerjaannya diserahkan pihak ketiga.

“Selama ini pembangunan diserahkan pihak ketiga, hasilnya pun tidak sesuai harapan. Ke depan saya akan kembalikan kepada warga dan panitia pelaksana. Sehingga masyarakat merasa ikut memiliki karena dilibatkan,” kata suami dari Hermin Soemarmo itu. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *