Produktivitas Perikanan di Cilacap Naik Drastis

  • Whatsapp

wpid-nelayan-morodemak-mengeluh-pelabuhan-nggak-bisa-tampung-kapal-besar.jpgCilacap, Jowonews.com – Produktivitas perikanan tangkap di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada tahun 2015 naik sebesar 120 persen.

Menurut Kepala Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Cilacap, Wahid, berdasarkan data produksi ikan di PPS Cilacap pada Januari hingga Juli 2015 secara keseluruhan tercatat sebanyak 5.089,96 ton.”Sedangkan pada periode yang sama pada 2014 hanya 2.311,29 ton sehingga ada kenaikan sebesar 120 ton,” katanya di Cilacap, Selasa (22/9).

Bacaan Lainnya

Menurut dia, kenaikan produksi tertinggi terjadi pada kapal berukuran di bawah 10 “gross tonage” (GT) yang mencapai 166 persen karena pada Januari-Juli 2014 hanya sebanyak 1.018,69 ton sedangkan 2015 mencapai 2.711,86 ton.

Untuk kapal berukuran 10-20 GT pada 2014 sebanyak 85,52 ton dan pada 2015 mencapai 225,36 ton atau naik 164 persen, kapal berukuran 21-30 GT pada 2014 sebanyak 1.064,59 ton dan pada 2015 naik 78 persen menjadi 1.895,01 ton, sedangkan kapal berukuran di atas 30 GT pada 2014 sebanyak 142,49 ton dan pada 2015 naik 81 persen menjadi 257,73 persen.

“Data tersebut sudah kami ekspos di Jakarta, produksi ikan oleh nelayan-nelayan di Cilacap naik 120 persen setelah tidak beroperasinya kapal-kapal asing. Kemungkinan yang ada, setelah tidak beroperasinya kapal-kapal asing, ikan mulai melimpah,” tandasnya.

Dia mengaku saat berada di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan telah meminta agar kondisi tersebut tetap dipertahankan dengan tidak menambah kapal-kapal kecil. “Jangan karena produksinya naik, kapalnya ditambah. Kebetulan di Cilacap tidak ada kapal asing, semua kapal lokal,” katanya.

Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menguntungkan bagi Cilacap karena ikan bisa melimpah lebih dekat sehingga mudah ditangkap oleh nelayan. Bahkan, dia memperkirakan produksi ikan di Cilacap akan terus meningkat karena saat ini sedang musim panen.

Disinggung mengenai produksi ikan dari kapal-kapal berukuran di atas 30 GT, dia mengakui bahwa hal itu tidak dapat terpantau secara keseluruhan karena sebagian besar kapal-kapal besar tersebut membongkar muatan di luar Cilacap seperti Jakarta dan Pelabuhan Ratu. (JN03/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *