SMA 3 Boyolali Droping Air Bersih ke Dua Desa

  • Whatsapp

kekeringan di desa lampar BYL 2BOYOLALI, Jowonews.com – Desa Lampar di Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali menjadi salah satu desa langganan krisis air bersih di musim kemarau. Bahkan, warga disana mau tidak mau harus membeli untuk mencukupi kebutuhan air bersih sehari-hari. Pasalnya, di wilayah yang dihuni sekitar 1.600 kepala keluarga (KK) itu tak ada satu pun sumber air bersih. 

Kepala Desa Lampar, Dwi Sugiyanto, mengatakan harga air bersih sampai di Desa Lampar mencapai Rp 120.000/tangki kapasitas 5.000 liter. Air dibeli dari truk tangki swasta di wilayah Kabupaten Klaten. Satu tangki bisa mencukupi kebutuhan air selama sekitar 15 hari. “Disini tidak ada sumber air sama sekali. Di saat musim kemarau, warga terpaksa harus membeli. Sumber air terdekat disini berjarak sekitar 20 km di wilayah Klaten,” kata Dwi Sugiyanto, Selasa (22/9).

Bacaan Lainnya

Di Desa yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Klaten tersebut sebenarnya ada satu sumur dalam bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Hanya saja, sumur dalam yang berada di wilayah Dukuh Soka itu sudah lama tak dapat difungsikan. “Setelah dibuat, hanya bertahan satu musim saja. setelah itu tak dapat difungsikan lagi,” ungkapnya.

Penyebabnya, Dwi menduga, mungkin karena sumur yang memiliki kedalaman hingga 220 meter itu debitnya kecil dan mesin pompa diesel yang digunakan tak mampu menyedot.

Di musim kemarau ini, kata dia, desanya yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 3.000 jiwa tersebut baru mendapatkan bantuan air bersih dari Pemkab Boyolali sebanyak 10 tangki. Maka dia pun bersyukur dan mengucapkan terima kasih dengan adanya bantuan air bersih dari SMAN 3 Boyolali.

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-26 SMA Negeri 3 Boyolali menggelar bakti sosial berupa droping air bersih Selasa (22/9). Bantuan air bersih itu diberikan kepada masyarakat Desa Lampar dan Dragan. “Tahap pertama ini kami salurkan bantuan 20 tangki air bersih untuk dua desa. Yakni Dragan dan Lampar, masing-masing 10 tangki,” kata Ketua Komite SMAN 3 Boyolali, Subagyo.

Kepala SMAN 3 Boyolali, Khoirul Anam, mengatakan bakti sosial droping air bersih ini dilakukan guna melatih kepada para siswa untuk peduli terhadap orang lain yang mengalami kesulitan. Di musim kemarau panjang ini, sebagian masyarakat di Boyolali terutama di Kecamatan Musuk mengalami krisis air bersih. Maka, SMA 3 Boyolali memberikan bantuan berupa air bersih kepada masyarakat di Desa Lampar dan Dragan. “Kita memang melatih anak-anak untuk peduli terhadap kesulitan orang lain dan masyarakat,” kata Khoirul.

Dana untuk droping air bersih selain dari sekolah juga didapat dari iuran siswa, komite sekolah dan donatur. Dipilih lokasi droping air bersih di Desa Dragan dan Lampar, karena kedua desa itu termasuk yang paling parah mengalami krisis air bersih dan selama ini bantuan air baru dari Pemkab Boyolali. “Droping air bersih baru pertama kali ini. Semoga bantuan yang tidak seberapa ini bisa bermanfaat,” pungkas Khoirul. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *