Faisal Basri : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lemot

  • Whatsapp

SALATIGA,Jowonews.com– Melemahnya nilai tukar rupiah sebenarnya dapat ditanggulangi dengan melakukan peningkatan ekspor ke berbagai negara lain. Namun karena Indonesia hanya mampu mengekspor komoditas, maka tidak cukup untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Demikian disampaikan oleh Faisal Basri Batubara, SE.,MA saat berkesempatan menjadi narasumber tunggal dalam seminar “Prospek Perekonomian Indonesia Tahun 2016” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana di Hotel Grand Wahid, Selasa (22/9).

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini, menambahkan sejak empat tahun terakhir, Indonesia mengalami perlambatan laju ekonomi di aras level pendapatan terendah. Bahkan di akhir tahun 2015 ini, diprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya meningkat sebesar 4,6 % saja.

Carut-marut perkenomian global juga ditengarai oleh Faisal berdampak besar terhadap kondisi perekonomian Indonesia. “ Nmaun apabila Indonesia jeli menangkap peluang pada kekacauan politik dan sosial di negara lain maka ini akan menjadi prospek yang baik bagi partumbuhan ekonomi bangsa ini,” ujar keponakkan mantan wakil presiden RI ( alm) Adam Malik ini.

Faisal melihat potensi perekonomian Indonesia sebenarnya masih bagus, jika dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Cina, Filipina, dan India. Bahkan berdasarkan sebuah survey, perhitungan Gross Domestic Product (GDP) atau jumlah nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun menempati posisi delapan di dunia.

Dihadapan ratusan mahasiswa baru FEB angkatan 2015, Faisal memperkirakan bahwa perekonomian Indonesia dapat terakselerasi hingga 5,4% pada tahun 2016. Pihaknya melihat bahwa dari sektor perdagangan akan mengalami peningkatan positif dengan terjadinya penurunan impor.

Selain itu diprediksikan Indonesia akan mengekspor 140ribu unit mobil serta beberapa investor di China akan memindahkan pabriknya ke Indonesia. Faisal menambahkan beberapa hal negatif juga akan terjadi di tahun 2016, seperti melemahnya perbankan.

Sementara, koordinator kegiatan Yulius Pratomo, SE., MIDEC mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi  motifasi bagi mahasiswa baru angkatan 2015 agar lebih semangat menjalani perkuliahan. Dikatakan Yulius, sebagai salah satu bagian dari masyarakat, mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuan, semangat, dan motivasi untuk mewujudkan masyarakat Indoensia yang terdidik di bidang ekonomi dan bisnis.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *