Di Ungaran Lahan Pertanian Menyusut 100 Hektar Per Tahun

  • Whatsapp

padi-sawah-okeUNGARAN, Jowonews.com – Setiap tahun luas lahan pertanian di Kabupaten Semarang, menyusut rata-rata 100-120 hektar. Penyusutan lahan pertanian tersebut disebabkan karena perkembangan perkotaan. Yakni adanya pembangunan sejumlah pemukiman warga, industri dan jalan raya termasuk pembangunan jalan tol.

“Kondisi seperti itu (penyusutan lahan pertanian) karena perkembangan kota dan hal itu tidak bisa dihindari. Setahun penyusutannya rata-rata 100-120 hektar,” kata Kepala Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Semarang, Urip Triyogo, Jumat (25/9).

Bacaan Lainnya

Dikhawatirkan jika terus menyusut maka akan mempengaruhi produktifitas pertanian. Sehingga Distanbunhut berupaya menekan jumlah luasan pengeringan lahan untuk industri dan pemukiman. Selain itu melakukan antisipasi berkurangnya produktifitas dengan cetak sawah baru, melalui peningkatkan luas tanam.

“Untuk meningkatkan luas tanam kita memperbaiki pola tanam dan memperbaiki irigasi termasuki memperbaiki embung dan bendung. Sehingga petani dapat menaman hingga beberapa kali. Untuk perbaikan irigasi ini tidak bisa kita lakukan sendirian, tetapi bekerjasama dengan DPU (Dinas Pekerjaan Umum),” ungkapnya.

Menurut Urip, pihaknya juga sudah mengupayakan bantuan di tahun 2016 dari Pemerintah Pusat untuk perbaikan embung dan bendungan. Apalagi di Kabupaten Semarang ada 2.500 titik irigasi, 800 titik diantaranya perlu perbaikan. “Banyak jaringan irigasi yang bocor sehingga perlu perbaikan untuk meningkatkan produktifitas,” kata Urip.

Sekretaris Distanbunhut, Samsul Hidayat menambahkan, upaya yang ditempuh agar produktifitas pertanian meningkat yakni sosialisasi penggunaan bibit varietas unggul, serta pola tanam yang baik seperti pola tanam jejer legowo. Termasuk pengendalian hama pertanian.

“Produktifitas pertanian tidak menurun tetapi justru terus meningkat. Kita juga terus meningkatkan luas tanam,” imbuhnya.

Lahan pertanian yang semakin sempit karena dikejar kebutuhan pemukiman dan lainnya. Membuat sejumlah petani melakukan perambahan hutan di sisi selatan Gunung Ungaran. Perambahan hutan itu dilakukan karena petani sudah kehilangan lahan karena dijual untuk pemukiman dan hotel. Ada dugaan kebakaran hutan yang terjadi beberapa waktu lalu diperkirakan karena factor kesengajaan karena akan dijadikan lahan pertanian.

“Lihat saja di sisi selatan Gunung Ungaran (wilayah Bandungan sampai Sumowono), hutannya sudah mulai digunakan untuk pertanian. Kemungkinan kebakaran hutan di Gendol Gunung Ungaran itu disengaja, oleh orang-orang yang butuh lahan pertanian. Setelah pohon-pohonnya bersih karena terbakar, kemudian dijadikan lahan pertanian,” ungkap Sutomo, 30, petani sayuran di Lingkungan Gintungan, Kelurahan/Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *