Pasar Sayangan Merana, Sepi Pedagang

  • Whatsapp
Nasib Pasar Tradisional : Kondisi Pasar Sayangan, ditinggal pedagang karena sepi pembeli.

SALATIGA, Jowonews.com- Nasib Pasar Sayangan di Jalan Patimura, Salatiga merana. Hanya segelintir saja pedagang yang berjualan di pasar tersebut. Mereka kalah dengan pedagang oprokan ( liar) yang berjualan di trotoar Jalan Patimura. Pedagang berharap, Pemkot Salatiga menertibkan dan melokalisir para pedagang ke Pasar Sayangan.

Salah seorang pedagang Pasar Sayangan Jumiyati (53) mengatakan, kondisi Pasar Sayangan sepi dan banyak pedagang yang enggan berjualan di lapaknya, salah satu faktornya kalah dengan pedagang oprokan yang berjualan di trotoar Jalan Patimura.

Bacaan Lainnya

Sehingga untuk menghidupkan Pasar Sayangan, lanjut Jumiyati, ia berharap Dinas Pasar menertibkan dan bertindak tegas terhadap para pedagang oprokan yang selama ini berjualan do trotoar Jalan Patimura.

“ Agar Pasar Sayangan hidup kembali, maka Dinas Pasar harus bersikap tegas dengan melokalisir pedagang oprokan yang berjualan di trotoar, kalau tidak, ya tetap saja Pasar Sayangan sepi,” imbuhnya. Dikatakan, Dinas Pasar bisa berkoordinasi dengan Satpol PP untuk menrtibkan pasar oprokan di Jalan Patimura. Karena sepengetahuan dia, personil Satpol PP saat ini jumlahnya sudah memadai.

“ Sebenarnya kalau niat dan bersungguh-sunguh itu ( melokalisir pedagang oprokan ke Pasar Sayangan) bisa, karena ada Satpol yang bisa mengawasinya,” imbuhnya.

 Menurut dia, meski bangunannya sederhana, namun atap dan kerangka Pasar Sayangan masih bagus dan kuat, sehingga bila diperbaiki dan ditata kembali akan mampu menarik masyarakat untuk berkunjung ke Pasar Sayangan.

Jumiyati menambahkan, selain melokalisir pedagang oprokan ke Pasar Sayangan, agar pasar kembali hidup, Pemkot Salatiga juga herus membuat kebijakan terhadap angkutan kota ( angkot) agar lewat Jalan Yos Sudarso, bukan lewat Jalan Pramuka yang selama ini dilalui.

“ Sebenarnya, dulu trayek angkot itu lewat Jalan Yos Sudarso, namun dengan alasan melayani siswa SMPN 4, maka trayek akhirnya dilewatkan Jalan Pramuka. Padahal pintu gerbang SMPN 4 sudah tidak di Jalan Pramuka, sudah diganti menghadap ke Jalan Patimura, mestinya jalur angkot dikembalikan seperti dulu lagi,” katanya.

 Sementara dari pengamatan di Pasar Sayangan, Jumat pagi, hanya segelintir pedagang yang menempati los untuk berjualan. Sedangkan untuk kios, hanya sekitar lima kios yang eksis, yaitu kios latengan ( warung makan) milik Jumiyati, dua buah kios kelontong, laudry dan sol sepatu. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *