Sholat Ghoib Doakan Korban Mina

  • Whatsapp

mina2sahUNGARAN, Jowonews.com – Ratusan umat Islam di Ungaran melakukan sholat ghoib untuk mendoakan 700 lebih jama’ah haji yang wafat dalam tragedi lempar jumroh di Mina, Arab Saudi. Kegiatan ini dilaksanakan ssai sholat Jumat yang diikuti ratusan jamaah Masjid IPHI, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat  (25/9). 

Ketua Takmir Masjid IPHI Ungaran, Abdul Kholik menyatakan sholat ghoib ini untuk mendoakan ratusan jama’ah haji yang meninggal dunia di terowongan Mina. Meskipun kebanyakan korban meninggal dunia tidak dari Indonesia, tetapi dari Afrika, Mesir dan Asia Selatan. 

Bacaan Lainnya

“Meski warga negara Indonesia sedikit menjadi korban, tetap kita mendoakan saudara sesama muslim. Muslim satu dengan muslim yang lain itu ibarat satu tubuh, kata Nabi. Itulah ukhuwah atau persaudaraan umat Islam,” ungkap Abdul Kholik. 

Menurut Abdul Kholik saling mendoakan ini bagian dari ajaran Islam. “Beginilah ajaran agama kita, Muslim akhul muslim kal jasad, sesama muslim harus saling tolong menolong, merasa senasib,” ujarnya.

Abdul Kholik berharap selurh arwah korban tragedi Mina dapat diterima di sisi Alloh SWT. “Semoga mereka khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan,” imbuhnya.

Sebelum khotbah Jumat, pengurus takmir masjid mengumkan adanya sholat ghoib yang akan dilakukan seusai sholat Jumat. Saat usai sholat Jumat imam masjid, Ustad Ridlolloh Al Hafidz berdiri untuk menunaikan ibadah sholat ghoib, hal itu diikuti oleh ratusan jamaah.

Bupati Semarang, Mundjirin yang kebetulan sholat Jumat di Masjid IPHI Ungaran juga mengikuti kegiatan sholat Ghoib ini. Mundjirin menyatakan bersyukur tidak ada korban jiwa maupun luka dari tragedi mina yang berasal dari Kabupaten Semarang. Meski demikian, dia mengungkapkan duka cita yang mendalam atas tragedi tersebut dan berharap kedepan insiden tersebut tidak terjadi lagi.

“Saya sudah cek dari maktab kita tidak ada yang menjadi korban di Mina. Saya juga merasa sedih, semoga pemerintah Arab Saudi dapat memperbaiki manajemen pengelolaan haji dengan lebih baik,” katanya. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *