Diduga Calon Petahana Tekan Panwaslu Sragen

  • Whatsapp

image

SEMARANG,Jowonews.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jateng mengirimkan surat kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, terkait pengajuan tambahan anggaran pengawasan Pilkada Sragen sejumlah Rp. 1.063.400.000 melalui APBD Perubahan 2015, yang hanya disetujui Rp 100 juta oleh Pemkab Seagen. Padahal alasannya juga tidak jelas.

Menurut Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jateng, Teguh Purnomo, surat tersebut dengan nomor surat 910/315/ Bawaslu-Jtg/IX/2015 tertanggal 25 September 2015.

Tembusannya disampaikan pada  Ketua Bawaslu RI, Direktur Jendral Keuangan Daerah Kemendagri Republik Indonesia, Sekretaris Daerah (Setda) Jateng, Asisten Pemerintahan Setda Jateng, Kepala Biro Otda dan Kerjasama Setda Jateng.

“Hal tersebut tersebut menindaklanjuti surat Ketua Panwaslu Kabupaten Sragen Nomor 284/109/ Panwaskab Srg/IX/2015 tanggal 22 september 2015 perihal laporan bahwa Panwaslu Kabupaten Sragen telah mengusulkan tambahan anggaran pengawasan Pilkada Serentak tahun 2015 sejumlah Rp. 1.063.400.000 melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2015,”ungkapnya.

Disampaikannya, anggaran tersebut rencananya untuk memenuhi kebutuhan honorarium pengawas TPS sejumlah 1.664 TPS. Dengan masa kerja 1 bulan. “Juga untuk kebutuhan honorarium dan operasional PPL selama 3 bulan, serta penambahan masa kerja Panwascam serta Panwas Kabupaten Sragen sebagaimana ketentuan Permendagri No.51 tahun 2015,”katanya.

“Akan tetapi, oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen, hanya disetujuai sejumlah Rp.100.000.000, tanpa ada alasan yang jelas,”bebernya.

Disampaikan Teguh, Bawaslu Jateng melihat, pemberian anggaran yang jauh dari kebutuhan pengawasan tersebut karena terkait sikap tegas Panwas menertibkan baliho pemkab yang menguntungkan calon petahana.

“Pemberian anggaran yang jauh dari kebutuhan pengawasan tersebut diduga karena ketegasan Panwas Kabupaten Sragen dalam melakukan penertiban baliho-baliho iklan layanan masyarakat dibeberapa tempat di seputaran Kota Sragen yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Sragen yang cenderung menguntungkan calon petahana yang ada,”papar Teguh.

Hal ini diketahui bahwa saat Ketua Panwaslu Kabupaten Sragen Slamet Basuki menyampaikan upaya prventif agar Bupati Sragen menutup atau menurunkan gambar-gambar yang bersangkutan yang juga merupakan salah satu calon Bupati Sragen, malah dijawab bahwa pihaknya akan menurunkan gambar-gambar terseut.
Namun anggaran Panwaslu Kabupaten Sragen tidak dapat cair semua.

“Kami dari Bawaslu Jawa Tengah sangat menyayangkan adanya dugaan kebutuhan anggaran pengawasan yang dijadikan instrument penekan oleh petahana yang kebetulan menjadi Calon Bupati Sragen”, tandas Teguh.

Pihaknya berjanji tidak akan tinggal diam membantu Panwas Kabupaten Sragen terkait dengan masalah ini.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *