Wonosobo Terus Kembangkan Industri Jamu

  • Whatsapp

jamuWonosobo, Jowonews.com – Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, terus mendorong pengembangan industri kreatif yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional seperti produk jamu yang dihasilkan kaum lansia di Gang Mawar, Kampung Mirombo, Kelurahan Rojoimo.

Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wonosobo, Agus Purnomo di Wonosobo, Minggu, mengatakan, produk jamu yang mencoba menembus pasar internasional, khususnya negara Siriname itu adalah hasil kreasi kaum lansia di Kampung Mirombo.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Berdikari, Sudaryati yang memproduksi jamu asli Wonosobo tersebut kini ikut pameran di Paramaribo, Suriname.

“Pada 25 September 2015, Sudaryati bersama 13 pengusaha UKM dari seluruh Indonesia bertolak ke Suriname setelah mendapat undangan khusus dari Kedutaan Besar Suriname untuk mengikuti Indofair selama sepekan di Paramaribo,” katanya.

Ke depan, katanya, pihaknya juga menjajaki potensi kerja sama serupa dengan Duta Besar Bunei Darussalam, Malaysia, dan Belanda agar produk unggulan ini bisa diterima pasar lebih luas dan membawa dampak positif berupa meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Agus mengatakan keberangkatan Sudaryati tersebut, berawal dari inisiatifnya untuk memperkenalkan produk jamu berkualitas tinggi yang diproduksi KWT Berdikari, kepada Duta Besar Suriname untuk Indonesia, Sheffron AR Kartowikromo.

“Setelah mencoba sendiri di Mirombo, saya mengajak Sudaryati ke Jakarta untuk bertemu dengan Dubes Suriname guna memperkenalkan jamu Rumpun Padi tersebut,” katanya.

Ia mengatakan hasil pertemuan dengan Dubes Sheffron tersebut, Sudaryati kemudian mendapat tawaran untuk mengikuti seleksi bersama puluhan pengusaha UKM lain se-Indonesia. “Hasil seleksi tersebut, ternyata KWT Berdikari bersama 13 pengusaha lain dinyatakan berhak mengikuti Indonesia Fair alias Indofair di Paramaribo, ibu kota Suriname,” katanya.

Ia berharap selama pameran di Suriname bisa mendapat order sebanyak mungkin dan nantinya ekspor jamu produksi Kampung Mirombo, bisa terwujud. (JN03/Ant)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *