Jamas Keris Potensi Wisata Pemkab Kudus

  • Whatsapp

KUDUS, Jowonews.com- Ritual penjamasan keris Sunan Kudus di kompleks Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Jawa Tengah, memungkinkan dijadikan paket wisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, kata Kabid Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Sancaka Dwi Supani.

“Nilai sejarahnya memang cukup menarik untuk diketahui sehingga prosesi penjamasan keris peninggalan Sunan Kudus yang dilaksanakan setelah hari Tasrikh layak menjadi salah satu paket wisata untuk ditawarkan,” ujarnya di Kudus, Senin.

Di kompleks Makam Sunan Kudus, lanjut dia, juga banyak objek wisata yang bisa dikunjungi wisatawan, mulai dari bangunan Menara Kudus, makam serta masjid.

Bahkan kompleks Menara Kudus juga dilengkapi pula bangunan museum yang nantinya menjadi pusat informasi seputar perjuangan Sunan Kudus maupun benda-benda bersejarah lainnya.

Hanya saja, lanjut dia, untuk mempromosikannya perlu koordinasi dengan pihak pengelola Menara Kudus apakah hal itu diperbolehkan atau tidak.

Menurut dia, banyak tradisi di Kudus yang bisa dijadikan atraksi budaya sehingga bisa menjadi salah satu daya tarik wisata di Kudus.

Beberapa desa yang memiliki tradisi unik, kata dia, sudah banyak yang mulai mengembangkan menjadi atraksi budaya sehingga wisatawan dari luar daerah mulai mengenal, salah satunya di Masjid Wali Loram Kulon.

Masyarakat desa setempat, kata dia, memiliki kebiasaan unik terkait dengan tradisi manten di masjid setempat.

Terkait dengan jamas keris, kata dia, memungkinkan pula digelar tradisi jamas keris secara massal mengingat di Kudus juga banyak masyarakat yang mengoleksi keris.

“Jika banyak pihak yang mendukung untuk menggelar kegiatan tersebut, tentunya bisa dikemas menjadi daya tarik wisata,” ujarnya.

Sementara itu, proses jamas keris peninggalan Sunan Kudus yang digelar hari ini (28/9) dipusatkan di bangunan Tajug depan pintu masuk kompleks makam Sunan Kudus.

Proses penjamasan keris yang dikenal dengan nama keris Kiai Cinthaka diawali dengan ritual keagamaan dan doa bersama, kemudian keris disiram “banyu landa” (bahasa jawa) atau air rendaman merang ketan hitam.

Kemudian, dibersihkan menggunakan air jeruk nipis dan dikeringkan dengan cara dijemur di atas sekam ketan hitam oleh ahli penjamasan.

Penjamasan berikutnya, yakni dua mata tombak peninggalan Sunan Kudus.

Usai prosesi tersebut, dilanjutkan dengan acara makan bersama dengan menu khas “jajan pasar” dan nasi opor ayam.

Hidangan nasi opor ayam sendiri baru berjalan sekitar belasan tahun yang lalu, guna menghormati salah satu menu kesukaan Sunan Kudus.Jn16/ant

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *