Pemkot Belokan Silpa Rp 108 M

  • Whatsapp
Kantor pemkot (foto : salatiga.nl)
Kantor pemkot (foto : salatiga.nl)
Kantor pemkot (foto : salatiga.nl)

SALATIGA, Jowonews.com – Pos dana tidak terduga di tahun 2015 ini membengkak menjadi Rp 108 miliar, padahal di tahun 2014 lalu hanya Rp 1 miliar. Membengkaknya pos dana ini disinyalir dari limpahan anggaran yang tidak terpakai ( Silpa).

Wakil Ketua Komisi A DPRD Salatiga, Bambang Riantoko mempertanyakan membengkaknya dana tak terduga ini. Menurut dia hal ini tidak rasional. ”Apakah hal ini saking bingungnya eksekutif.  Menurut pandangan saya, ini (eksekutif) cari mudahnya saja,” ujar politisi Partai Nasdem saat ditemui di gedung dewan, Senin (28/9).

Bacaan Lainnya

Bambang mengaku heran dengan membengkaknya dana tak terduga itu. Menurutnya kegagalan melaksanakan kegiatan merupakan bukti perencanaan yang dilakukan tanpa pemikiran dan perhitungan yang matang.

”Mungkin kalau naik seratus persen jadi Rp 2 miliar, itu masuk akal. Namun ini sampai begitu besarnya.,” imbuhnya. Saat ditanya apakah sudah klarifikasi ke pihak eksekutif terkait membengkaknya dana tak terduga ini, Bambang mengatakan, sorotan terhadap membengkaknya dana tak terduga ini sudah disampaikan dalam paripurna pandangan umum fraksi, beberapa waktu lalu.

Namun pihak eksekutif tidak memberikan jawaban. ” Rata-rata semua fraksi mempertanyakan membengkaknya dana tak terduga itu, namun eksekutif tidak memberi jawaban,” ujarnya.

Dari fakta tersebut, lanjut Bambang, membuktikan kalau eksekutif  tidak bisa merancang perencanaan pembangunan yang baik.  “Mungkin ini ( eksekutif) tinimbang ora nulis,”sindirnya.

Bambang menambahkan, dana tak terduga itu peruntukkannya sudah ada ketentuannya. Misalnya untuk penanganan yang sifatnya darurat atau untuk penanggulangan bencana alam.  “Kalau Salatiga itu yang darurat apa, pos anggarannya bisa sebesar itu,” pungkasnya. (JN01)  

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *