‘Plesir’ ke Tiga Negara, Ganjar Ajak Istri

  • Whatsapp

image

SEMARANG,Jowonews.com – Sebanyak 21 pejabat di Jawa Tengah ditambah belasan bisnisman dan akademisi di Jawa Tengah ramai-ramai ‘plesir’ ke tiga negara, yakni Suriname, Belanda dan Jerman.

Rombongan yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu di luar negeri selama 13 hari berangkat mulai Minggu (27 September 2015) hingga Jumat (9 Oktober 2015).
 
Dan ternyata, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo membawa serta istrinya, Siti Atikoh Ganjar Pranowo. Yang tentunya, biayanya ikut ditanggung APBD Jateng yang notabenya uang rakyat.

Sehingga KP2KKN sangat heran dan menyayangkan sekali. “KP2KKN heran kenapa dalam kunjungan itu Ganjar dan Ketua DPRD Jawa Tengah juga mengajak istri masing-masing. Jika kunjungan ini adalah untuk meningkatkan kinerja lalu apa kapasitas seorang istri ikut kunjungan kerja,” ungkap Divisi Korupsi, Politik dan Anggaran KP2KKN Jawa Tengah,Ronny Maryanto, Senin (29/9) . 

KP2KKN juga mengecam tindakan Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setyabudi yang ikut-ikutan kunjungan itu. Harusnya legislatif itu mengontrol eksekutif tapi Rukma malah tergiur ikut kunjungan. “Yang parah, kenapa istrinya juga ikut,”herannya.  

KP2KKN menilai kunjungan kerja itu lebih banyak acara-acara seremonial. Dulu, Ganjar berjanji melakukan efektifitas kinerja dengan memanfaatkan teknologi yang ada. “Tapi, kini ia justru melakukan kunjungan kerja yang berlebih-lebihan,”ketusnya. 

Selain itu, efektifitas kunjungan ini untuk bisa memperbaiki Jawa Tengah juga sangat diragukan. Di Belanda, Ganjar akan kerjasama soal museum bangunan tua. KP2KKN Jawa Tengah menyesalkan selama ini Jawa Tengah tak merawat bangunan-bangunan kota lama.

Bahkan, ada beberapa bangunan cagar budaya yang dihancurkan dan roboh seperti Pasar Peterongan, Pasar Bulu dan lain-lain. Di Tengah perilaku seperti itu, Ganjar Cs malah berkunjung ke Belanda untuk belajar mengelola bangunan tua. 

Di Suriname, Ganjar akan menawarkan kursus Bahasa Jawa ke warga Suriname. Pertanyaanya, nguri-nguri bahasa Jawa untuk generasi muda di Jawa Tengah sendiri saja tidak ada program serius tapi kok malah mau memberikan kursus bagi warga Suriname. 

Di Belanda, Ganjar akan membahas tentang pengelolaan air.  Di Jawa Tengah, bencana banjir masih sering terjadi. Anehnya, Ganjar juga mengizinkan pabrik semen yang diprediksi merusak lingkungan. 

Kasus-kasus air di Jawa Tengah tak bisa hanya selesai dikerjasamakan dengan Belanda. KP2KKN justru menyorot kinerja pemerintahan yang tak serius dalam penanganan banjir. Bahkan, beberapa proyek penanggulangan banjir di Semarang justru dikorupsi. Harusnya perbaiki dulu mental para pejabat dalam menangani masalah banjir. Tidak malah jauh-jauh beramai-ramai belajar penanganan banjir di Belanda.(JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *