Politisi Nasdem Rayu Yulianto

  • Whatsapp
Walikota Salatiga Yuliyanto. (Foto : IST)
Walikota Salatiga Yuliyanto. (Foto : IST)
Walikota Salatiga Yuliyanto. (Foto : IST)
Walikota Salatiga Yuliyanto. (Foto : IST)

SALATIGA, Jowonews.com – Dua politisi papan atas Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mulai kasak kusuk di Kota Salatiga. Keduanya secara khusus menemui walikota Yuliyanto di ruang kerjanya kemarin. Namanya saja politisi, keduanya membungkus ambisi politiknya dengan pura-pura memberi dukungan pada program pemkot.

Apalagi saat ini Pemkot Salatiga tengah berjuang memiliki tambahan pintu Jalan Tol Semarang–Solo (SS). Program ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Setelah Fadholi, anggota DPR RI asal Salatiga, kali ini dukungan datang dari koleganya, H. Soehartono.

Bacaan Lainnya

Dukungan ini disampaikan dalam kunjungan anggota DPR RI yang disambut langsung oleh Walikota Salatiga di ruang kerjanya, Senin (28/9). Dalam kunjungan ini Fadholi dan Soehartono menyempatkan diri untuk meninjau langsung lokasi pembangunan Jalan Tol SS tahap III Bawen-Salatiga.

Soehartono sepakat dengan usulan penambahan pintu Jalan Tol SS sebagai akses untuk masuk ke Kota Salatiga. Wakil rakyat dari daerah pilihan (dapil) VIII Jawa Timur ini menilai Kota Salatiga bagian barat akan “mati” secara ekonomi dan secara sosial  ketika Jalan Tol Semarang-Solo sudah selesai dibangun.

Dampak negatif pembangunan Jalan Tol ini, tambahnya, dapat diminimalisir dengan adanya pintu masuk ke Kota Salatiga bagi mereka yang melintasi Jalan Tol SS. “Tujuan dibangunnya jalan tol itu kan untuk meramaikan suatu daerah atau kota, kalau dengan adanya jalan tol kok ada daerah yang jadi sepi ya ini yang jadi masalah. Usulan ini akan kami bawa ke Jakarta dan kami sampaikan kepada Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT),” ujar politisi Partai Nasdem tersebut.

Sebelumnya Pemkot Salatiga merencakan penambahan pintu jalan tol ini berlokasi di Salatiga bagian utara, tepatnya di Kelurahan Kauman Kidul. Walikota menilai, keberadaan pintu tol tambahan ini memiliki nilai yang sangat strategis. Menurutnya, tidak hanya sebagai akses masuk Kota Salatiga, pintu tol ini akan menumbuhkan sektor ekonomi di kawasan tersebut.

Hanya saja, untuk menambah sendiri pintu tol tersebut, dibutuhkan dana sekira Rp 150 miliar.  Hal itu sangat memberatkan pemerintah daerah. Diketahui, berdasarkan planing yang sudah dibuat, pintu jalan tol Semarang-Solo, di Salatiga terletak di Desa Barukan, perbatasan Tingkir ( Salatiga)-Barukan ( Kabupaten Semarang), atau sekira 1 km arah timur Terminal Tingkir. (JN01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *