Mengaku Jemaat Gondol Leyboard dan Laptop di Gereja

  • Whatsapp
Ilustrasi Pencurian
Ilustrasi Pencurian
Ilustrasi Pencurian
Ilustrasi Pencurian

UNGARAN, Jowonews.com-Selama beberapa minggu terakhir ini kriminalitas di wilayah Kabupaten Semarang mulai meningkat. Padahal tidak lama lagi di Kabupaten Semarang akan diadakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Salah satunya kasus pencurian Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Bumiayu di Desa Sumogawe, Getasan, Kabupaten Semarang beberapa waktu lalu.  Pelaku empat orang yang terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki. Dalam aksinya pelaku mengaku jemaat GSJA yang datang untuk berdoa. Namun disaat pengurus gereja pergi, pelaku membawa kabur 2 buah keyboard merek Yamaha PSR 900, Rollan EXRS serta dua Laptop merek Asus dan Compaq yang berada di dalam gereja.

Bacaan Lainnya

Pengurus GSJA, Sri Hartini (42) menyatakan keempat pelaku berdiri di depan gereja. Ketika ditemui mereka mengaku jamaat GSJA, pendeta Mardi dari Nusa Tenggara Timur. Mereka mengaku dalam perjalanan, datang ke gereja untuk istirahat dan berdoa di gereja.

Pihak gereja pun tidak curiga, apalagi menyebut nama pendeta dan mau berdoa. Sehingga keempat pelaku dipersilahkan istirahat di komplek gereja kristen ini. Karena ada kegiatan seminar di luar gereja para pengurus gereja meninggalkan keempat yang mengaku dalam perjalanan ini di dalam gereja.

Namun saat pengurus gereja kembali ke gereja, keempat pelaku ini sudah tidak ada. Saat dicek keyboard dan laptop hilang dengan total kerugian sebesar Rp 30 juta. Kasus pencurian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Getasan.

“Dalam beraksi diduga pelaku menggunakan mobil Agya. Sesaat kejadian kami juga sempat mengejar mobil jenis yang sama, namun saat kami periksa didalam mobil bukan pelaku yang kami maksud,” ujar Kapolsek Getasan, AKP Maryoto.

Selain kasus itu kasus pencurian di SD N 03 Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur. Dari sekolah ini pelaku berhasil menggasak proyektor merek Epson senilai Rp 5 juta.

Selain itu kasus pecah mobil juga mulai marak korbannya Budi Setiawan (43) warga Jl Tegalsari Barat Kota Semarang. Saat Budi makan di rumah makan sekitar batas kota, tepatnya di Jl  Gatot Subroto, Ungaran. Kaca belakang sebelah kanan mobil Honda Brio milik Budi diketahui sudah pecah, dan tas berisi uang Rp 10 juta dibawa pelaku. “Kami harap masyarakat untuk hati hati dan meningkatkan kewaspadaan,” kata Kasubag Humas Polres Semarang, AKP EndangSuprobo. (JN01)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *